Iklan Slot Iklan Desktop
Iklan Slot Iklan MobileBanner 320 × 100Lihat
Memuat waktu...| Informasi terverifikasi untuk publik
TerkiniTentang kamiPasang IklanRSS
TERKINI
Salah, Panglima TNI Anggap Komnas HAM Musuh dalam Selimut•[PENIPUAN] Tautan Program Bantuan Rumah Gratis•[SALAH] Rutin Konsumsi Bawang Merah Bisa Obati Diabetes Tipe 1•Keliru, Video Anies Bertemu Menlu dan Dubes Singapura pada 2026•Cek Fakta: Hoaks Pesan Berantai Bonus Rp 10 Juta Bagi Polisi yang Buktikan Suap Tilang

Salah, Panglima TNI Anggap Komnas HAM Musuh dalam Selimut

Dari berbagai penelusuran oleh tim Periksa Fakta Tirto, tidak ditemukan bukti dari sumber kredibel yang mendukung klaim bahwa Panglima TNI, Jenderal Agus…

Iklan Slot Iklan Atas ArtikelLeaderboard 728 × 90Info Iklan
Ilustrasi untuk Salah, Panglima TNI Anggap Komnas HAM Musuh dalam Selimut
Sumber gambar: data artikel Mafindo/TurnBackHoax. Klik gambar untuk melihat ukuran besar.
Sumber klaimTidak dicantumkan
KlasifikasiCekFakta
ID Mafindo#37346

Klaim yang Beredar

tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook yang menyatakan bahwa Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menganggap Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) sebagai musuh dalam selimut.

Salah satu akun Facebook yang membagikan poster serta narasi itu bernama “Syafiyya Azzahra” (arsip) pada Rabu (28/10/2026).

Dalam narasi unggahan akun Facebook "Syafiyya Azzahra", dinyatakan bahwa Panglima TNI sempat menyampaikan bahwa Komnas HAM adalah musuh dalam selimut.

"Selama ini kita diam, kita sabar melihat bagaimana di saat prajurit kita di lapangan bertaruh nyawa jaga NKRI, justru ada pihak yang selalu menyudutkan TNI dengan alasan HAM. Panglima TNI akhirnya angkat bicara dan menyebut dengan tegas: KOMNAS HAM ADALAH MUSUH DALAM SELIMUT," tulis akun tersebut, dikutip Senin (2/11/2026).

Menurut akun tersebut, Komnas HAM tidak pernah memberikan komentar saat anggota TNI tewas di Papua atau saat bendera separatis dikibarkan. Namun, Komnas HAM disebut justru memberikan komentar saat anggota TNI membunuh separatis.

"Ini bukan lagi soal kritik, ini soal keberpihakan! Rakyat sudah cerdas ndan, rakyat sudah bisa menilai siapa yang benar-benar bekerja untuk merah putih, dan siapa yang hanya jadi corong kepentingan asing. TNI adalah benteng terakhir NKRI. Kalau bentengnya saja mau dilemahkan dari dalam, mau jadi apa negara ini?" lanjut akun tersebut.

Akun tersebut turut menyertakan poster berisikan foto wajah Agus Subiyanto, Menteri HAM Natalius Pigai, serta Ketua Komnas HAM Anis Hidayah.

Hingga Senin (2/11/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 510 tanda suka, 173 komentar, dan 35 kali dibagikan ulang. Narasi serta poster yang hampir sama turut dibagikan oleh akun Facebook bernama “Mano Hada”, “Lintas Berita II”, dan “Rustam”.

Lantas, benarkah klaim tersebut?

Baca juga:Komnas HAM Sesalkan Prosedur Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo

Periksa Fakta Komnas HAM musuh dalam selimut. foto/hotline periksa fakta tirto

Iklan
Promo Spesial

Hasil Pemeriksaan Fakta

Tirto kemudian menelusuri akun Facebook yang membagikan narasi dan poster itu. Hasilnya, akun Facebook bernama “Syafiyya Azzahra” memiliki 7 ribu pengikut serta 305 mengikuti.

Syafiyya Azzahra kerap membagikan narasi serta poster buatan artificial intelligence (AI) terkait sejumlah peristiwa di Indonesia. Beberapa di antaranya, penggerebekan pondok pesantren hingga kegiatan eks Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Profil laman Syafiyya Azzahra juga tidak berkaitan dengan TNI maupun Komnas HAM.

Sementara itu, akun Facebook Mano Hada memiliki 4,9 ribu teman. Akun itu beberapa kali mengunggah poster tebak-tebakan dan sejumlah video kondisi keadaan di sekitar sebuah rumah.

Akun tersebut juga kerap membagikan poster berisikan informasi pendek. Profil laman Mano Hada tidak berkaitan dengan TNI serta Komnas HAM.

Saat dilakukan pencarian di Google dengan kata kunci Panglima TNI, Agus Subiyanto, Komnas HAM, serta Anis Hidayah, tim Periksa Fakta Tirto tidak menemukan satu pun pernyataan soal TNI menganggap Komnas HAM sebagai musuh dalam selimut.

Beberapa hari ke belakang, sebagaimana dari hasil penelusuran dengan Google, Agus Subiyanto juga tidak pernah menyinggung soal Komnas HAM. Jika ditarik ke 28 Oktober 2026 atau saat akun Facebook Syafiyya Azzahra membuat unggahan terkait TNI, Agus Subiyanto kala itu baru saja mengikuti kegiatan upacara di Bandung, Jawa Barat.

Sementara itu, saat dilakukan pencarian dengan kata kunci Anis Hidayah, TNI, hasil terkini menunjukkan Anis sempat menyinggung ibu hamil yang tewas saat OPM melawan TNI pada Juli 2026.

Tirto kemudian melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image search) dari unggahan gambar pada akun Facebook tersebut. Hasilnya, potongan foto Panglima TNI, Agus Subiyanto, tersebut identik dengan foto pada unggahan pada laman berita Metro TV.

Pada laporan tersebut, dituliskan bahwa Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto mengikuti Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 2026 secara daring dari Markas Besar TNI, Senin 19 Januaru 2026. Forum strategis tersebut dipimpin langsung oleh Menhan Sjafrie Sjamsoeddin. Forum itu menjadi wadah krusial dalam menyelaraskan kebijakan serta anggaran pertahanan untuk menghadapi tantangan global.

Sjafrie dalam arahannya menegaskan bahwa penyelenggaraan pertahanan negara harus tetap berlandaskan amanat Pembukaan UUD 1945. Menhan menekankan kewajiban negara untuk melindungi segenap bangsa serta pentingnya kekuatan utuh antara TNI dan rakyat melalui Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata).

Selain arah kebijakan, Rapim ini juga memfokuskan pada sinkronisasi strategi dan penggunaan anggaran Tahun Anggaran 2026. Hal ini dinilai penting agar institusi pertahanan siap menghadapi dinamika ancaman yang kian kompleks di masa mendatang.

Dalam rapim tersebut, tidak ditemukan adanya pernyataan dari Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto yang menganggap Komnas HAM sebagai musuh dalam selimut.

Sementara itu, gambar Natalius Pigai yang disertakan dalam unggahan tersebut adalah potongan gambar dari video pidato Menteri HAM tersebut saat peringatan hari HAM ke-77 pada 10 Desember 2025.

Dalam video yang diunggah dalam Youtube Kementerian HAM Republik Indonesia, Natalius Pigai menegaskan bahwa HAM adalah aset tak berwujud paling berharga yang dimiliki bangsa. Sebuah landasan moral yang menembus batas suku, agama, ras, dan golongan.

Di hadapan tokoh nasional, diplomat dunia, aktivis, mahasiswa, hingga kelompok korban pelanggaran HAM, Pigai mengingatkan bahwa keberadaban sebuah bangsa hanya dapat tumbuh dari rasa kemanusiaan yang hidup di hati rakyatnya.

Dalam pidato itu, Pigai sama sekali tidak mengatakan, “Itu tanah nenek moyang mereka, kalau mereka mau merdeka ya kasih aja”, seperti yang ditampilkan dalam gambar pada unggahan.

Sementara itu, untuk gambar Anis Hidayah, Tirto menemukan gambar yang identik dengan potongan gambar itu pada laporan Tirto yang berjudul “Komnas HAM akan Audit Hak Atas Pendidikan usai Viral UKT Mahal.” Momen itu adalah ketika Koordinator Subkomisi Pemajuan HAM, Anis Hidayah, memaparkan catatan penegakan hak asasi manusia (HAM) sepanjang 2023 di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Kamis (25/1/2024).

Dengan demikian, dari berbagai penelusuran yang sudah dilakukan oleh Tim Periksa Fakta Tirto, tidak ditemukan sumber kredibel yang mendasari klaim bahwa Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, menyebut Komnas HAM adalah musuh dalam selimut.

Baca juga:Komnas HAM Sampaikan 3 Catatan Kritis Respons Draf RUU HAM

Iklan Slot Iklan ArtikelLeaderboard 728 × 90Info Iklan
Iklan Slot Iklan Artikel MobileNative banner 320 × 250Buka
Kesimpulan

CekFakta

Dari berbagai penelusuran oleh tim Periksa Fakta Tirto, tidak ditemukan bukti dari sumber kredibel yang mendukung klaim bahwa Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, menyatakan Komnas HAM adalah musuh dalam selimut. Potongan gambar Panglima TNI yang digunakan pada unggahan viral adalah momen ketika Panglima TNI mengikuti Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026 secara daring dari Markas Besar TNI, Senin, 19 Januari 2026. Di situ, tidak ditemukan pernyataan dari Panglima TNI yang menyatakan bahwa Komnas HAM adalah musuh dalam selimut. Oleh karena itu, bisa disimpulkan, klaim yang dinarasikan oleh sejumlah unggahan yang viral di media sosial tersebut adalah unggahan yang bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading). == Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

Iklan Slot Iklan Artikel Mobile KeduaNative banner 320 × 200Buka

Referensi (9)

  1. 1https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid03897UwRYX7R4SsknaF3pet9DKnXMiFvKWYtUJMoYG74rw3b1GYxYGZ1gKUQXkSyL5l&id=61581437914632
  2. 2https://www.facebook.com/share/1FHB9iWDg8/
  3. 3https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02oNWLaTz8xhXLbHmdU6jzUiZuuzQfMMcEjU3HNR7xn3HH1dRDUtXB3DCkkCbbQnVMl&id=61571139770124&rdid=n5FbcruYL1LaK17w#
  4. 4https://www.facebook.com/rustam.story.338781/posts/pfbid02pq9JpJGNcLbP1D4BwLTVjJoHu6nMX7m3w3Mmc8JY7uzR2eza2JEMZjx29e9SL4KKl?rdid=9721bbNG8ZgaB9KA#
  5. 5https://tirto.id/komnas-ham-sesalkan-prosedur-penggeledahan-ponpes-di-sukoharjo-hEsS
  6. 6https://www.metrotvnews.com/read/NLMC893E-panglima-tni-dan-menhan-bahas-strategi-pertahanan-negara-2026
  7. 7https://www.youtube.com/watch?v=NEmq_6i01so
  8. 8https://tirto.id/komnas-ham-akan-audit-hak-atas-pendidikan-usai-viral-ukt-mahal-gYBy
  9. 9https://tirto.id/komnas-ham-sampaikan-3-catatan-kritis-respons-draf-ruu-ham-hEi6
Tags:
Keterangan Artikel

Seluruh konten pemeriksaan fakta pada halaman ini disediakan oleh TurnBackHoax/Mafindo. Kami merupakan partner resmi dalam penyebaran informasi terverifikasi.

Logo Tirto.id
Tirto.id✓

Tirto.id menyajikan berita berbasis fakta dan analisis data, ditulis secara menarik dan senantiasa dilengkapi Infografik. Nama tirto kami pilih sebagai ungkapan rasa hormat kami kepada Tirto Adhi Soerjo (Sang Pemula) sekaligus keinginan kami untuk sejalan dengan filosofi tirta (air) yang jernih, mengalir, mencerahkan.