Iklan Slot Iklan Desktop
Iklan Slot Iklan MobileBanner 320 × 100Lihat
Memuat waktu...| Informasi terverifikasi untuk publik
TerkiniTentang kamiPasang IklanRSS
TERKINI
Tidak Benar, Prabowo Minta Guru Rahasiakan Keracunan MBGCek fakta, BMKG tetapkan Lampung siaga 3 akibat kenaikan air lautHoaks! Presiden tetapkan 30 September sebagai hari libur nasional memperingati G30S/PKIHoaks! Wapres Gibran nyatakan "bukan saya yang masak" saat ditanya kasus keracunan MBGCek Fakta: Hoaks Dapur SPPG di NTB Dibakar Massa karena Sebabkan Keracunan

Cek Fakta: Hoaks Presiden Prabowo Minta Warung di Desa Ditutup Agar Masyarakat Belanja di Kopdes

Postingan Presiden Prabowo meminta warung di desa ditutup agar masyarakat belanja di Koperasi Desa (Kopdes) adalah hoaks.

Iklan Slot Iklan Atas ArtikelLeaderboard 728 × 90Info Iklan
Ilustrasi untuk Cek Fakta: Hoaks Presiden Prabowo Minta Warung di Desa Ditutup Agar Masyarakat Belanja di Kopdes
Sumber gambar: data artikel Mafindo/TurnBackHoax. Klik gambar untuk melihat ukuran besar.
Sumber klaimTidak dicantumkan
KlasifikasiCekFakta
ID Mafindo#36673

Klaim yang Beredar

Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan Presiden Prabowo meminta warung di desa ditutup agar masyarakat belanja di Koperasi Desa (Kopdes). Postingan itu beredar sejak awal pekan ini.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook pada 14 September 2026. Dalam unggahannya terdapat foto Presiden Prabowo dengan narasi:
"Prabowo sebut "kalau bisa seluruh warung yg ada di desa dan daerah tutup saja biar mereka belanja di kopdes toh warung ga ada untungnya buat negara"
Akun itu menambahkan narasi:
"Gak bisa pak..warung rakyat tidak boleh tutup cuma gara gara ada Kopdes...
Bersainglah secara sehat, sama sama cari rezeki. .. Jangan pula nanti kalian pakai jasa Satpol PP untuk memaksa tutup warung... Kurang ajar itu namanya jika itu terjadi"
Lalu benarkah postingan Presiden Prabowo meminta warung di desa ditutup agar masyarakat belanja di Koperasi Desa (Kopdes)?
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan tidak menemukan pernyataan Presiden Prabowo yang meminta warung di desa ditutup agar masyarakat belanja di desa.
Sebelumnya Menteri Desa Yandri Susanto juga pernah mengatakan kehadiran Kopdes tidak akan mengganggu warung kecil dan warung kelontong di sekitarnya.
"Insya Allah tidak akan mematikan warung-warung kecil atau warung-warung kelontong yang ada desa, nanti akan diatur sedemikian rupa, sehingga semuanya tetap hidup dan tetap kuat," kata Yandri.
Penelusuran dilanjutkan dengan menggunakan metode Reverse Images. Hasilnya foto tersebut identik dengan pidato Presiden Prabowo saat menyampaikan pidato sebagai tamu kehormatan dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).

Iklan
Promo Spesial

Hasil Pemeriksaan Fakta

Iklan Slot Iklan ArtikelLeaderboard 728 × 90Info Iklan
Iklan Slot Iklan Artikel MobileNative banner 320 × 250Buka
Kesimpulan

CekFakta

Postingan Presiden Prabowo meminta warung di desa ditutup agar masyarakat belanja di Koperasi Desa (Kopdes) adalah hoaks.

Iklan Slot Iklan Artikel Mobile KeduaNative banner 320 × 200Buka

Referensi (3)

  1. 1https://www.liputan6.com/news/read/8283980/prabowo-bicara-di-forum-ekonomi-rusia-tekankan-pentingnya-mbg
  2. 2https://berita.liputan6.com/peristiwa/read/8284063/prabowo-bongkar-kekuatan-indonesia-dan-rusia-yang-saling-melengkapi
  3. 3https://www.youtube.com/watch?v=OSUVrj_GdrU
Tags:
Keterangan Artikel

Seluruh konten pemeriksaan fakta pada halaman ini disediakan oleh TurnBackHoax/Mafindo. Kami merupakan partner resmi dalam penyebaran informasi terverifikasi.

Logo Liputan 6
Liputan 6

Liputan6.com merupakan portal berita yang terdaftar dan sudah diverifikasi di Dewan Pers Indonesia. Informasi terbaru dan akurat yang disajikan Liputan6.com menitikberatkan pada akurasi dan ketajaman berita dengan sumber informasi yang terpercaya. Liputan6.com tidak bekerja untuk kepentingan politik mana pun dan berdiri di atas dan untuk semua golongan, serta non-partisan. Redaksi Liputan6.com harus taat pada kode etik jurnalistik yang ditetapkan Dewan Pers. Jurnalis Liputan6.com tidak boleh terlibat dalam politik praktis, menjadi pengurus atau tim sukses partai politik. Liputan6.com berdiri sejak Agustus 2000. Awalnya hanya menyajikan berita yang sudah tayang di stasiun televisi pada program Liputan6 SCTV (Surya Citra Televisi). Sejak 24 Mei 2012, induk perusahaan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek), yang merupakan perusahaan terbuka dan tercatat di Bursa Efek Indonesia, memutuskan untuk memisahkan Liputan6.com dari SCTV dengan menjadi perusahaan sendiri, PT Kreatif Media Karya (KMK). Perusahaan KMK ini merupakan anak perusahaan Emtek. Sejak itu, Liputan6,com mengubah penayangan berita menjadi sebuah portal news online dengan berita yang jauh lebih beragam dibandingkan dengan ketika didirikan. Jumlah berita Liputan6.com makin bertambah dan beragam dengan kanal-kanal yang disesuaikan untuk kebutuhan pembaca seperti Politik, Olahraga, Bisnis, Tekno, Showbiz, Health,Lifestyle, Otomotif, Regional hingga Citizen6 yang mengakomodir jurnalisme warga.