Iklan Slot Iklan Desktop
Iklan Slot Iklan MobileBanner 320 × 100Lihat
Memuat waktu...| Informasi terverifikasi untuk publik
TerkiniTentang kamiPasang IklanRSS
TERKINI
[PENIPUAN] Tautan "Bantuan HP dan Rekening Baru dari Pemerintah"•[SALAH] Imbas Asap Karhutla, WHO Larang Penerbangan ke RI, Singapura, dan Malaysia•[SALAH] MK Ubah Batas Usia Minimal Capres dan Cawapres Jadi 33 Tahun•[SALAH] Kementerian PU Larang Developer Bangun Cluster, Wajib Rusun•[SALAH] Daun Kenikir Mampu Sembuhkan Kanker

[SALAH] Imbas Asap Karhutla, WHO Larang Penerbangan ke RI, Singapura, dan Malaysia

Faktanya, memang benar beberapa maskapai ada yang membatalkan jadwal penerbangan karena asap karhutla, tetapi keputusan tersebut merupakan langkah operasional dan…

Iklan Slot Iklan Atas ArtikelLeaderboard 728 × 90Info Iklan
Ilustrasi untuk [SALAH] Imbas Asap Karhutla, WHO Larang Penerbangan ke RI, Singapura, dan Malaysia
Sumber gambar: data artikel Mafindo/TurnBackHoax. Klik gambar untuk melihat ukuran besar.
Sumber klaimx.com
KlasifikasiFabricated Content
ID Mafindo#37265
Lihat sumber klaim ↗

Klaim yang Beredar

Beredar gambar [arsip] dari akun X “aiirdann” pada Sabtu (17/10/2026) yang menampilkan klaim jika World Health Organization (WHO) telah membuat imbauan kepada seluruh masyarakat global untuk tidak melakukan penerbangan masuk ke wilayah Republik Indonesia (RI)I, Singapura, dan Malaysia berkaitan asap karhutla. Unggahan disertai narasi:

“WHO LARANG SEMUA MASKAPAI PENERBANGAN INTERNASIONAL UNTUK TIDAK MASUK KE SINGAPURA, MALAYSIA DAN INDONESIA KARENA ASAP KARHUTLA YANG MEMBAHAYAKAN!”

Hingga Rabu (21/10/2026) unggahan telah dilihat oleh 9 pengguna X lainnya.

Iklan
Promo Spesial

Hasil Pemeriksaan Fakta

Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan kata kunci “WHO larang penerbangan Indonesia Singapura Malaysia karena asap karhutla” ke kolom pencarian Google. Hasil penelusuran tidak menemukan pengumuman dari WHO yang melarang seluruh maskapai penerbangan internasional memasuki wilayah Indonesia, Singapura, dan Malaysia akibat kabut asap karhutla.

Meski asap karhutla masih menutupi Indonesia, Singapura, dan Malaysia, namun juga tidak berarti seluruh aktivitas penerbangan internasional dilarang keluar masuk ke wilayah Indonesia, Singapura, dan Malaysia. 

Di Indonesia, melansir dari ANTARA News “Haze forces cancellation of two flights at Soekarno-Hatta” yang tayang Sabtu (17/10/2026) melaporkan bahwa Bandara Internasional Soekarno-Hatta tetap beroperasi, meskipun terdapat dua penerbangan yang dibatalkan karena jarak pandang di sejumlah bandara tujuan berada di bawah batas minimum keselamatan.

Sementara itu, di Singapura, melansir dari CNA “16 flights diverted from Seletar Airport between Oct 5 and Oct 11 as haze lowered visibility” yang tayang Selasa (13/10/2026), juga melaporkan bahwa Bandara Changi dan Seletar tetap beroperasi selama kondisi kabut asap. 

Iklan Slot Iklan ArtikelLeaderboard 728 × 90Info Iklan
Iklan Slot Iklan Artikel MobileNative banner 320 × 250Buka
Kesimpulan

Fabricated Content

Faktanya, memang benar beberapa maskapai ada yang membatalkan jadwal penerbangan karena asap karhutla, tetapi keputusan tersebut merupakan langkah operasional dan keselamatan masing-masing maskapai, bukan berasal dari larangan PBB. Jadi, unggahan berisi klaim “imbas asap karhutla, WHO larang penerbangan ke RI, Singapura, dan Malaysia” adalah konten palsu (fabricated content).

Iklan Slot Iklan Artikel Mobile KeduaNative banner 320 × 200Buka

Referensi (2)

  1. 1https://en.antaranews.com/news/436073/haze-forces-cancellation-of-two-flights-at-soekarno-hatta
  2. 2https://www.channelnewsasia.com/singapore/seletar-airport-changi-airport-flights-haze-6454786
Tags:
Keterangan Artikel

Seluruh konten pemeriksaan fakta pada halaman ini disediakan oleh TurnBackHoax/Mafindo. Kami merupakan partner resmi dalam penyebaran informasi terverifikasi.

Logo Mafindo
Mafindo✓

MAFINDO adalah CSO anti hoax (organisasi masyarakat sipil). Kami mulai sebagai gerakan akar rumput online sejak 2015. Didirikan sebagai organisasi pada 19 November 2016, kami telah mempelopori banyak inisiatif anti hoax, seperti crowdsourced hoax busting, edukasi literasi digital untuk publik, CekFakta.com, dan kampanye publik untuk meningkatkan kesadaran tentang hoax dan bahayanya.