[PENIPUAN] Video “Ustaz Wijayanto Tawarkan Dana Bantuan Lewat Facebook”
Audio dalam video yang beredar adalah hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 97,7%. Jadi, unggahan video berisi klaim “Ustaz Wijayanto…
![Ilustrasi untuk [PENIPUAN] Video “Ustaz Wijayanto Tawarkan Dana Bantuan Lewat Facebook”](/cdn/gambar/1790043189_Tangkapan_Layar_2026-09-17_pukul_14_47_21.png)
Klaim yang Beredar
Akun Facebook “Bantuan Dana Tanpa Mahar” pada Selasa (15/9/2026) mengunggah video [arsip], isinya memperlihatkan Ustaz Wijayanto menuturkan narasi sebagai berikut:
“Banyak yang bertanya kepada ustaz, apakah bantuan yang ustaz berikan itu perlu biaya? Saya jawab, tidak perlu bayar sepeser pun. Karena ustaz di sini pengen bantu, bukan untuk menyusahkan rakyat”
Dalam unggahan tersebut, tidak dijelaskan secara rinci mengenai mekanisme untuk mendapatkan bantuan yang ditawarkan. Pengunggah hanya menyebut bantuan ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan serta menawarkan sejumlah layanan, seperti “penarikan dana goib”, dana barokah, dana hibah, pengasihan putih, penglaris, hingga penyembuhan.
Hingga Selasa (22/9/2026), unggahan tersebut telah ditonton sebanyak hampir 400 kali.
Hasil Pemeriksaan Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran video dengan memanfaatkan reverse image search di Google. Hasil penelusuran mengarah ke video di kanal YouTube Kanwil DJP Daerah Istimewa Yogyakarta yang diunggah pada Maret 2021.
Diketahui, konteks asli video adalah momen Ustaz Wijayanto mengimbau masyarakat untuk taat melapor dan membayar pajak. Dari pengamatan TurnBackHoax, tidak terdapat pernyataan bahwa “Ustaz Wijayanto tawarkan dana bantuan lewat Facebook”.
TurnBackHoax kemudian mengunggah video dari akun Facebook “Bantuan Dana Tanpa Mahar” itu ke laman pendeteksi AI Hive Moderation. Diketahui, audio dalam video tersebut merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 97,7%.
Impostor Content
Audio dalam video yang beredar adalah hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 97,7%. Jadi, unggahan video berisi klaim “Ustaz Wijayanto tawarkan dana bantuan lewat Facebook” itu merupakan konten tiruan (impostor content).



