Hoaks! Video lima jurnalis yang hilang saat meliput Anak Krakatau ditemukan
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di Threads menampilkan rekaman dari sebuah kapal karet berwarna oranye yang sedang berada di perairan. Dalam video…

Klaim yang Beredar
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di Threads menampilkan rekaman dari sebuah kapal karet berwarna oranye yang sedang berada di perairan.
Dalam video tersebut, kapal karet itu terlihat mendekati dan menemukan sekelompok orang yang berada di kapal lain.
Unggahan tersebut kemudian mengaitkan video itu dengan pencarian jurnalis yang hilang saat meliput Anak Krakatau.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Alhamdulillah sudah ditemukan jurnalis yang hilang saat meliput anak Krakatau”
Namun, benarkah video tersebut menunjukkan lima jurnalis yang hilang saat meliput Anak Krakatau telah ditemukan?
Hasil Pemeriksaan Fakta
Berdasarkan penelusuran, video tersebut tidak berkaitan dengan pencarian rombongan jurnalis yang hilang di perairan Selat Sunda.
Video serupa ditemukan dalam unggahan YouTube ini dan Facebook dengan judul “LIVE: Anggota Polda Sumsel Ditemukan Meninggal di Sungai Mesuji, Sempat Hilang saat Kawal Sawit”.
Video tersebut merekam proses pencarian anggota Ditsamapta Polda Sumatera Selatan, Bripda Rifki Ardianto (23), yang dilaporkan hilang setelah diduga jatuh dari kapal di perairan Sungai Badak, Kabupaten Mesuji, Lampung, pada Kamis (10/9/2026).
Tim SAR gabungan menemukan jasad Rifki pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, sekitar 4,5 kilometer dari lokasi yang diperkirakan menjadi titik awal korban terjatuh. Petugas kemudian mengevakuasi jasad korban ke RS Bhayangkara Sumatera Selatan.
Sementara itu, Basarnas Banten kepada ANTARA menyatakan bahwa narasi mengenai ditemukannya jurnalis yang hilang saat meliput Anak Krakatau adalah hoaks.
Hingga saat ini, operasi pencarian dan pertolongan terhadap rombongan jurnalis dan kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda telah dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari.
“Sudah tidak efektif maka dengan berat hati pelaksanaan operasi gabungan ini dinyatakan dihentikan,” kata Gubernur Banten Andra Soni, dilansir dari ANTARA.
Andra menjelaskan bahwa selama operasi berlangsung, tim SAR gabungan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun awak kapal di seluruh sektor pencarian.
Meski demikian, pemerintah daerah dan Basarnas memastikan operasi pencarian dapat dibuka kembali apabila ditemukan petunjuk baru atau laporan yang telah terkonfirmasi.
Dengan demikian, video yang dinarasikan sebagai penemuan jurnalis yang hilang saat meliput Anak Krakatau merupakan informasi yang keliru.
Video tersebut sebenarnya berkaitan dengan pencarian Bripda Rifki Ardianto yang hilang di perairan Sungai Mesuji, Lampung, pada September 2026.
Klaim: Video lima jurnalis yang hilang saat meliput Gunung Anak Krakatau ditemukan
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.




