Iklan Slot Iklan Desktop
Iklan Slot Iklan MobileBanner 320 × 100Lihat
Memuat waktu...| Informasi terverifikasi untuk publik
TerkiniTentang kamiPasang IklanRSS
TERKINI
Hoaks, Pertalite Naik Jadi Rp13.500 Mulai 26 September•Keliru, Surat Komdigi soal Pemadaman Internet 25-27 September•Hoaks! Video lima jurnalis yang hilang saat meliput Anak Krakatau ditemukan•Hoaks! Surat peringatan pemadaman internet dari Komdigi pada 25-27 September•Hoaks! Pertalite naik jadi Rp13.500 pada 26 September

Hoaks! Video Purbaya minta dukungan untuk bongkar korupsi setelah tidak menjabat jadi Menkeu

Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di Facebook menarasikan bahwa mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta dukungan dan perlindungan…

Iklan Slot Iklan Atas ArtikelLeaderboard 728 × 90Info Iklan
Ilustrasi untuk Hoaks! Video Purbaya minta dukungan untuk bongkar korupsi setelah tidak menjabat jadi Menkeu
Sumber gambar: data artikel Mafindo/TurnBackHoax. Klik gambar untuk melihat ukuran besar.
Sumber klaimTidak dicantumkan
KlasifikasiCekFakta
ID Mafindo#36907

Klaim yang Beredar

Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di Facebook menarasikan bahwa mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta dukungan dan perlindungan masyarakat untuk membongkar nama-nama mafia.

Unggahan tersebut beredar pada 15 September 2026, sehari setelah Purbaya tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Video tersebut menampilkan Purbaya seolah-olah menyampaikan pernyataan berikut:

“Saya akan bongkar nama-nama mafia tersebut. Asal rakyat melindungi saya, secepatnya akan saya bongkar. Saya sangat butuh dukungan rakyat karena untuk melawan mereka bukan hanya butuh keberanian tapi juga butuh dukungan supaya setiap rakyat bisa mendukung saya”

Namun, benarkah Purbaya meminta dukungan masyarakat untuk membongkar nama-nama mafia setelah tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan?

Iklan
Promo Spesial

Hasil Pemeriksaan Fakta

Berdasarkan penelusuran, suara dari video tersebut merupakan hasil suntingan menggunakan kecerdasan buatan (AI).

ANTARA memeriksa suara dalam video menggunakan AI Detector Hive Moderation. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 96 persen suara dalam video terdeteksi sebagai hasil AI.

ANTARA kemudian menemukan video asli yang serupa dalam unggahan TikTok ANTARA TV.

Dalam video asli tersebut, Purbaya Yudhi Sadewa saat masih menjabat sebagai Menteri Keuangan memberikan keterangan di Jakarta pada Selasa (3/2) mengenai anggaran program gentengisasi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Purbaya menjelaskan bahwa anggaran program gentengisasi tidak mencapai Rp1 triliun. Ia juga mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran cadangan yang dapat digunakan untuk mendukung program tersebut.

Video asli tersebut tidak memuat pernyataan Purbaya mengenai pembongkaran nama-nama mafia ataupun permintaan perlindungan dan dukungan kepada masyarakat.

Dengan demikian, klaim bahwa Purbaya meminta dukungan masyarakat untuk membongkar nama-nama mafia setelah tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan merupakan tidak berdasar. Video tersebut telah disunting menggunakan AI dengan mengganti suara pada video asli sehingga menghasilkan pernyataan yang tidak pernah disampaikan Purbaya.

Klaim: Video Purbaya minta dukungan untuk bongkar korupsi setelah tidak menjabat jadi Menkeu

Rating: Hoaks

Pewarta: Tim JACX

Editor: M Arief Iskandar

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Iklan Slot Iklan ArtikelLeaderboard 728 × 90Info Iklan
Iklan Slot Iklan Artikel MobileNative banner 320 × 250Buka
Kesimpulan

CekFakta

Iklan Slot Iklan Artikel Mobile KeduaNative banner 320 × 200Buka

Referensi (2)

  1. 1https://www.facebook.com/reel/1433254158670562
  2. 2https://www.tiktok.com/@antara_tv/video/7602621827596160312?q=purbaya%20gentengisasi%20antara&t=1789470547416
Tags:
Keterangan Artikel

Seluruh konten pemeriksaan fakta pada halaman ini disediakan oleh TurnBackHoax/Mafindo. Kami merupakan partner resmi dalam penyebaran informasi terverifikasi.

Logo ANTARA News
ANTARA News✓

Perusahaan Umum Lembaga Kantor Berita Nasional Antara (atau disingkat Perum LKBN Antara) merupakan kantor berita di Indonesia, yang dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Perum LKBN Antara merupakan BUMN yang diberikan tugas oleh Pemerintah untuk melakukan peliputan dan penyebarluasan informasi yang cepat, akurat, dan penting, ke seluruh wilayah Indonesia dan dunia internasional.