Iklan Slot Iklan Desktop
Iklan Slot Iklan MobileBanner 320 × 100Lihat
Memuat waktu...| Informasi terverifikasi untuk publik
TerkiniTentang kamiPasang IklanRSS
TERKINI
Salah, Tangkapan Layar Nusron Wahid Sebut Jokowi Terima SuapHoaks, Pendaftaran Bantuan Dana Hibah dari Kemenkeu Rp20 MiliarCek Fakta: Hoaks Tautan untuk Mengecek Status Bansos 2026[SALAH] World Economic Forum (WEF) Mau Campurkan Vaksin ke Pasokan Air Dunia[PENIPUAN] Dana Bantuan dari KemenP2MI untuk Kepulangan TKI

Cek Fakta: Hoaks Tautan untuk Mengecek Status Bansos 2026

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim tautan untuk mengecek status bansos 2026 seperti yang beredar di Facebook, tidak benar dan merupakan hoaks.

Iklan Slot Iklan Atas ArtikelLeaderboard 728 × 90Info Iklan
Ilustrasi untuk Cek Fakta: Hoaks Tautan untuk Mengecek Status Bansos 2026
Sumber gambar: data artikel Mafindo/TurnBackHoax. Klik gambar untuk melihat ukuran besar.
Sumber klaimTidak dicantumkan
KlasifikasiCekFakta
ID Mafindo#36813

Klaim yang Beredar

Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim tautan untuk mengecek status bantuan sosial (bansos) 2026. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 16 September 2026.
Berikut isi unggahannya:
"📢 INFO BANSOS 2026 — SUDAH CEK STATUS ANDA?
Ada berbagai program bantuan sosial untuk masyarakat yang memenuhi persyaratan.
💰 Bantuan tunai
🍚 Bantuan pangan
🏠 Program bantuan sosial lainnya
🔎 Jangan sampai ketinggalan informasi!Cek apakah data dan status penerima bantuan kamu sudah sesuai melalui kanal resmi pemerintah.
⚠️ Tidak ada jaminan semua orang akan menerima bantuan. Hindari pihak yang meminta uang atau data sensitif dengan mengatasnamakan bansos.
👉 Cek informasi resminya sekarang"
Unggahan disertai tautan daftar. Jika tautan diklik akan mengarah pada halaman situs untuk mengecek status penerima bantuan. Ketika link cek diklik akan mengarah pada halaman yang meminta nomor Telegram aktif.
Lalu benarkah klaim tautan untuk mengecek status bansos 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Iklan
Promo Spesial

Hasil Pemeriksaan Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim tautan untuk mengecek status bansos 2026. Penelusuran mengarah pada artikel berita dari Liputan6.com berjudul "Cara Mudah Cek Bansos PKH BPNT: Panduan Lengkap Status Penerima".
Dalam artikel ini dijelaskan, masyarakat dapat dengan mudah mengecek bansos PKH BPNT secara online melalui website resmi Kementerian Sosial. Metode ini merupakan cara paling umum dan efisien untuk mengetahui status penerimaan bantuan.
Langkah-langkah untuk melakukan pengecekan adalah dengan membuka peramban di ponsel atau komputer, lalu kunjungi situs resmi Kemensos di cekbansos.kemensos.go.id.
Selain website, Kemensos juga menyediakan aplikasi resmi bernama "Cek Bansos" yang dapat diunduh melalui Google Play Store atau App Store.
Sedangkan bagi masyarakat yang tidak memiliki akses internet, pengecekan dapat dilakukan secara offline di kantor kelurahan, desa, atau dinas sosial setempat. Pastikan untuk membawa dokumen identitas diri seperti KTP dan Kartu Keluarga (KK) untuk proses verifikasi data.
Penelusuran juga mengarah pada pengumuman dari Kemensos di situs resminya berjudul "Waspada Hoaks terkait Bantuan Sosial".
Berikut isinya:
"Akhir-akhir ini banyak beredar pesan berantai berisi link/tautan yang di dalamnya terdapat berita bohong (hoaks) terkait pencairan dan/atau pendaftaran bantuan sosial.
Kementerian Sosial tidak pernah membuat situs ataupun tautan terkait pendaftaran maupun pencairan bantuan sosial.
Adapun penerima bantuan sosial Program Kartu Sembako/ BPNT dan PKH adalah masyarakat yang telah terdaftar ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), jika masyarakat layak menerima namun belum terdaftar dalam DTKS, bisa diusulkan Pemerintah Daerah atau mengajukan melalui Aplikasi Cek Bansos di menu Usul-Sanggah.
Masyarakat diimbau agar selalu mengecek ulang kebenaran berita dan tidak ikut menyebarkannya."

Iklan Slot Iklan ArtikelLeaderboard 728 × 90Info Iklan
Iklan Slot Iklan Artikel MobileNative banner 320 × 250Buka
Kesimpulan

CekFakta

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim tautan untuk mengecek status bansos 2026 seperti yang beredar di Facebook, tidak benar dan merupakan hoaks.

Iklan Slot Iklan Artikel Mobile KeduaNative banner 320 × 200Buka

Referensi (2)

  1. 1https://www.liputan6.com/news/read/6167963/cara-mudah-cek-bansos-pkh-bpnt-panduan-lengkap-status-penerima
  2. 2https://kemensos.go.id/waspada-hoaks-terkait-bantuan-sosial
Tags:
Keterangan Artikel

Seluruh konten pemeriksaan fakta pada halaman ini disediakan oleh TurnBackHoax/Mafindo. Kami merupakan partner resmi dalam penyebaran informasi terverifikasi.

Logo Liputan 6
Liputan 6

Liputan6.com merupakan portal berita yang terdaftar dan sudah diverifikasi di Dewan Pers Indonesia. Informasi terbaru dan akurat yang disajikan Liputan6.com menitikberatkan pada akurasi dan ketajaman berita dengan sumber informasi yang terpercaya. Liputan6.com tidak bekerja untuk kepentingan politik mana pun dan berdiri di atas dan untuk semua golongan, serta non-partisan. Redaksi Liputan6.com harus taat pada kode etik jurnalistik yang ditetapkan Dewan Pers. Jurnalis Liputan6.com tidak boleh terlibat dalam politik praktis, menjadi pengurus atau tim sukses partai politik. Liputan6.com berdiri sejak Agustus 2000. Awalnya hanya menyajikan berita yang sudah tayang di stasiun televisi pada program Liputan6 SCTV (Surya Citra Televisi). Sejak 24 Mei 2012, induk perusahaan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek), yang merupakan perusahaan terbuka dan tercatat di Bursa Efek Indonesia, memutuskan untuk memisahkan Liputan6.com dari SCTV dengan menjadi perusahaan sendiri, PT Kreatif Media Karya (KMK). Perusahaan KMK ini merupakan anak perusahaan Emtek. Sejak itu, Liputan6,com mengubah penayangan berita menjadi sebuah portal news online dengan berita yang jauh lebih beragam dibandingkan dengan ketika didirikan. Jumlah berita Liputan6.com makin bertambah dan beragam dengan kanal-kanal yang disesuaikan untuk kebutuhan pembaca seperti Politik, Olahraga, Bisnis, Tekno, Showbiz, Health,Lifestyle, Otomotif, Regional hingga Citizen6 yang mengakomodir jurnalisme warga.