Iklan Slot Iklan Desktop
Iklan Slot Iklan MobileBanner 320 × 100Lihat
Memuat waktu...| Informasi terverifikasi untuk publik
TerkiniTentang kamiPasang IklanRSS
TERKINI
Salah, Hakim Surakarta Nyatakan Ijazah Jokowi Palsu•Tidak Benar, Prabowo Tunjuk AHY sebagai Wapres Gantikan Gibran•Cek Fakta: Hoaks Program Dana Bantuan DAP untuk Umat Kristen dan Katolik•[SALAH] 18 Gubernur Berontak, Ancam Bikin Provinsinya Keluar NKRI•[SALAH] Survei PBB: Angka Harapan Hidup di Indonesia Masuk Peringkat 5 Terbawah

Cek Fakta: Hoaks Program Dana Bantuan DAP untuk Umat Kristen dan Katolik

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim program dana bantuan DAP untuk umat Kristen dan Katolik seperti yang beredar di Facebook tidak benar dan merupakan…

Iklan Slot Iklan Atas ArtikelLeaderboard 728 × 90Info Iklan
Ilustrasi untuk Cek Fakta: Hoaks Program Dana Bantuan DAP untuk Umat Kristen dan Katolik
Sumber gambar: data artikel Mafindo/TurnBackHoax. Klik gambar untuk melihat ukuran besar.
Sumber klaimTidak dicantumkan
KlasifikasiCekFakta
ID Mafindo#36944

Klaim yang Beredar

Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim program dana bantuan DAP untuk umat Kristen dan Katolik. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 16 September 2026.
Berikut isi unggahannya:
"Program dana bantuan DAP umat Kristen dan Katolik
Syarat dana ketentuan penerima DAP
1.memiliki KTP
2.beragama kristen/katolik
3.mempunyai rekening yang aktif
4.bisa pakai rekening gereja Disalurkan melalui bisnis BIMAS KRISTEN RI .
40% dana untuk pembangunan gereja .
60% untuk kebutuhan penerima (usaha, biaya hidup,dsb)
DAFTAR bantuan dana DAP sekarang"
Unggahan disertai video pernyataan dari Romo Albertus Joni, SCJ atau Romo Koko, berikut isi transkripnya:
"Buat semua umat Katolik dan Kristen, saya Romo Koko dari Bimas Katolik siap bantu modal usaha dan bayar utang segera daftar sekarang"
Terdapat link kirim pesan pada unggahan yang beredar.
Lalu benarkah klaim program dana bantuan DAP untuk umat Kristen dan Katolik? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Iklan
Promo Spesial

Hasil Pemeriksaan Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim program dana bantuan DAP untuk umat Kristen dan Katolik. Penelusuran mengarah pada artikel dari website resmi Kementerian Agama (Kemenag) berjudul "[Cek Fakta] Hoaks Bantuan Kemenag untuk Umat Kristen dan Katolik dengan Biaya Aktivasi".
Artikel ini menjelaskan bahwa saat ini beredar informasi hoaks dalam bentuk poster digital yang menggunakan logo dan identitas visual Kementerian Agama terkait bantuan untuk umat Kristen dan Katolik. Informasi tersebut mencantumkan daftar bantuan mulai dari Rp300 juta hingga Rp3 miliar, dengan biaya aktivasi yang harus dibayarkan mulai dari Rp300 ribu hingga Rp3 juta.
Poster lainnya memuat sejumlah ketentuan yang disebut harus dipenuhi calon penerima. Di antaranya, penerima disebut wajib memiliki KTP beragama Kristen atau Katolik dan rekening bank atau dompet digital (e-wallet).
"Informasi tersebut adalah hoaks. Kementerian Agama tidak memiliki program bantuan dengan biaya aktivasi seperti yang tercantum dalam poster tersebut," ujar Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar di Jakarta, Sabtu (22/8/2026).
Kemenag mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi mengenai bantuan yang mengatasnamakan pemerintah, terutama apabila informasi tersebut meminta calon penerima mengirimkan sejumlah uang terlebih dahulu.
Masyarakat juga diminta tidak memberikan data pribadi, informasi rekening, maupun sejumlah uang kepada pihak yang mengaku sebagai penyelenggara program bantuan tersebut.
"Program bantuan pemerintah disampaikan melalui kanal resmi kementerian atau lembaga terkait, bukan melalui pesan berantai, akun pribadi, maupun tautan yang tidak dapat dipastikan sumbernya," lanjut Thobib.
Informasi resmi terkait bantuan Kemenag untuk umat Kristen dapat dilihat pada situs https://bimaskristen.kemenag.go.id, sementara untuk umat Katolik dapat dilihat pada situs https://bimaskatolik.kemenag.go.id.
Penelusuran juga dilakukan dengan menggunakan perangkat pendeteksi AI lewat situs Hive Moderation.
Analisis Hive Moderation mengungkap bahwa video Romo Koko tersebut 15,9 persen buatan AI. Audio juga menunjukkan 99,4 persen buatan AI.
Sementara itu, penelusuran menggunakan Google Lens ditemukan bahwa video Romo Koko ini identik dengan unggahan akun TikTok @romokoko pada 2 April 2025. Saat itu, Romo Koko mengunggah video saat berada di Basilika Santo Paulus di Luar Tembok.

Iklan Slot Iklan ArtikelLeaderboard 728 × 90Info Iklan
Iklan Slot Iklan Artikel MobileNative banner 320 × 250Buka
Kesimpulan

CekFakta

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim program dana bantuan DAP untuk umat Kristen dan Katolik seperti yang beredar di Facebook tidak benar dan merupakan hoaks.

Iklan Slot Iklan Artikel Mobile KeduaNative banner 320 × 200Buka

Referensi (4)

  1. 1https://kemenag.go.id/cek-fakta/cek-fakta-hoaks-bantuan-kemenag-untuk-umat-kristen-dan-katolik-dengan-biaya-aktivasi-ESM03
  2. 2https://kemenag.go.id/en/cek-fakta/cek-fakta-hoaks-bantuan-dana-gereja-atas-nama-bimas-kristen-Fdq1Y
  3. 3https://www.tiktok.com/@romo_koko/video/7488676034464779538
  4. 4https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
Tags:
Keterangan Artikel

Seluruh konten pemeriksaan fakta pada halaman ini disediakan oleh TurnBackHoax/Mafindo. Kami merupakan partner resmi dalam penyebaran informasi terverifikasi.

Logo Liputan 6
Liputan 6✓

Liputan6.com merupakan portal berita yang terdaftar dan sudah diverifikasi di Dewan Pers Indonesia. Informasi terbaru dan akurat yang disajikan Liputan6.com menitikberatkan pada akurasi dan ketajaman berita dengan sumber informasi yang terpercaya. Liputan6.com tidak bekerja untuk kepentingan politik mana pun dan berdiri di atas dan untuk semua golongan, serta non-partisan. Redaksi Liputan6.com harus taat pada kode etik jurnalistik yang ditetapkan Dewan Pers. Jurnalis Liputan6.com tidak boleh terlibat dalam politik praktis, menjadi pengurus atau tim sukses partai politik. Liputan6.com berdiri sejak Agustus 2000. Awalnya hanya menyajikan berita yang sudah tayang di stasiun televisi pada program Liputan6 SCTV (Surya Citra Televisi). Sejak 24 Mei 2012, induk perusahaan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek), yang merupakan perusahaan terbuka dan tercatat di Bursa Efek Indonesia, memutuskan untuk memisahkan Liputan6.com dari SCTV dengan menjadi perusahaan sendiri, PT Kreatif Media Karya (KMK). Perusahaan KMK ini merupakan anak perusahaan Emtek. Sejak itu, Liputan6,com mengubah penayangan berita menjadi sebuah portal news online dengan berita yang jauh lebih beragam dibandingkan dengan ketika didirikan. Jumlah berita Liputan6.com makin bertambah dan beragam dengan kanal-kanal yang disesuaikan untuk kebutuhan pembaca seperti Politik, Olahraga, Bisnis, Tekno, Showbiz, Health,Lifestyle, Otomotif, Regional hingga Citizen6 yang mengakomodir jurnalisme warga.