Iklan Slot Iklan Desktop
Iklan Slot Iklan MobileBanner 320 × 100Lihat
Memuat waktu...| Informasi terverifikasi untuk publik
TerkiniTentang kamiPasang IklanRSS
TERKINI
[SALAH] Survei PBB: Angka Harapan Hidup di Indonesia Masuk Peringkat 5 Terbawah•[BELUM TERBUKTI] Daun Awar-Awar Mampu Hilangkan Kutil hingga Tahi Lalat•[PENIPUAN] Tautan Bantuan Laptop dan Ponsel untuk Mahasiswa•Cek Fakta: Hoaks Zulhas Sebut Tugas Rakyat Hanya Bayar Pajak Bukan Campuri Urusan Pemerintah•[SALAH] Presiden Prabowo Minta KPK Periksa Jokowi

[SALAH] Presiden Prabowo Minta KPK Periksa Jokowi

Faktanya, unggahan tersebut merupakan manipulasi dari artikel CNBC Indonesia dengan judul asli "Pamer RI Swasembada Pangan, Prabowo: Saya Sekarang Tambah Percaya…

Iklan Slot Iklan Atas ArtikelLeaderboard 728 × 90Info Iklan
Ilustrasi untuk [SALAH] Presiden Prabowo Minta KPK Periksa Jokowi
Sumber gambar: data artikel Mafindo/TurnBackHoax. Klik gambar untuk melihat ukuran besar.
Sumber klaimtiktok.com
KlasifikasiFabricated Content
ID Mafindo#36938
Lihat sumber klaim ↗

Klaim yang Beredar

Beredar unggahan gambar [arsip] dari akun TikTok “wong jawi” pada Minggu (20/9/2026) yang menampilkan klaim Presiden Prabowo meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periksa Joko Widodo. Berikut narasi lengkapnya:

Presiden Prabowo Meminta KPK Periksa Presiden Joko Widodo Apa Benar Beliau Korupsi Apa Yang Dituduh oleh Nusron Wahid Beliau Menerima 700 Miliar Dan Semua Menteri Setor Menyetor

Hingga Senin (28/9/2026) unggahan tersebut telah mendapat lebih dari 2.700 tanda suka, menuai 800-an komentar dan dibagikan ulang sebanyak 200-an kali oleh pengguna TikTok lainnya.

Iklan
Promo Spesial

Hasil Pemeriksaan Fakta

Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan gambar yang menampilkan Presiden Prabowo tersebut ke mesin pencarian foto Google Image Search. Hasilnya ditemukan gambar serupa pada artikel cnbcindonesia.com yang diunggah Sabtu (19/9/2026) berjudul “Pamer RI Swasembada Pangan, Prabowo: Saya Sekarang Tambah Percaya Diri".

Pembuat konten yang disebarkan oleh akun TikTok “wong jawi” memanipulasi judul artikel tersebut dengan “Presiden Prabowo Meminta KPK Periksa Presiden Joko Widodo Apa Benar Beliau Korupsi Apa Yang Dituduh oleh Nusron Wahid Beliau Menerima 700 Miliar Dan Semua Menteri Setor Menyetor”.

Dalam artikel aslinya sama sekali tidak membahas terkait Presiden Prabowo yang meminta KPK untuk memeriksa Jokowi. Artikel tersebut membahas sambutan Presiden Prabowo saat menghadiri resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

TurnBackHoax menelusuri lebih lanjut dengan memasukkan kata kunci “Presiden Prabowo minta KPK periksa Jokowi” ke mesin pencarian Google. Sepanjang penelusuran tidak ditemukan informasi maupun pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim.

Iklan Slot Iklan ArtikelLeaderboard 728 × 90Info Iklan
Iklan Slot Iklan Artikel MobileNative banner 320 × 250Buka
Kesimpulan

Fabricated Content

Faktanya, unggahan tersebut merupakan manipulasi dari artikel CNBC Indonesia dengan judul asli "Pamer RI Swasembada Pangan, Prabowo: Saya Sekarang Tambah Percaya Diri". Jadi, unggahan berisi klaim "Presiden Prabowo minta KPK periksa Jokowi" merupakan konten palsu (fabricated content).

Iklan Slot Iklan Artikel Mobile KeduaNative banner 320 × 200Buka

Referensi (4)

  1. 1https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/8295794/cek-fakta-hoaks-artikel-presiden-prabowo-minta-kpk-periksa-jokowi
  2. 2https://www.cnbcindonesia.com/news/20260919152854-4-769218/pamer-ri-swasembada-pangan-prabowo-saya-sekarang-tambah-percaya-diri
  3. 3https://www.tiktok.com/@wong.jawi05/photo/7687264239475592466
  4. 4https://archive.ph/0iYUr
Tags:
Keterangan Artikel

Seluruh konten pemeriksaan fakta pada halaman ini disediakan oleh TurnBackHoax/Mafindo. Kami merupakan partner resmi dalam penyebaran informasi terverifikasi.

Logo Mafindo
Mafindo✓

MAFINDO adalah CSO anti hoax (organisasi masyarakat sipil). Kami mulai sebagai gerakan akar rumput online sejak 2015. Didirikan sebagai organisasi pada 19 November 2016, kami telah mempelopori banyak inisiatif anti hoax, seperti crowdsourced hoax busting, edukasi literasi digital untuk publik, CekFakta.com, dan kampanye publik untuk meningkatkan kesadaran tentang hoax dan bahayanya.