Iklan Slot Iklan Desktop
Iklan Slot Iklan MobileBanner 320 × 100Lihat
Memuat waktu...| Informasi terverifikasi untuk publik
TerkiniTentang kamiPasang IklanRSS
TERKINI
[PENIPUAN] Lowongan Kerja iBox•[PENIPUAN] Pendaftaran Program Tebus Pupuk Murah dari Pemerintah•[PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Lowongan Kerja Amerta Indah Otsuka (Pocari Sweat)•[PENIPUAN] Akun Telegram Pendaftaran Program Bedah Rumah Kementerian PKP•[SALAH] Kantor DPRD Tidak Boleh Jadi Lokasi Unjuk Rasa

[PENIPUAN] Pendaftaran Program Tebus Pupuk Murah dari Pemerintah

Faktanya, tautan dan akun Facebook yang beredar bukan milik Kementerian Pertanian. Selain itu, program tebus pupuk murah dari pemerintah dilakukan langsung melalui…

Iklan Slot Iklan Atas ArtikelLeaderboard 728 × 90Info Iklan
Ilustrasi untuk [PENIPUAN] Pendaftaran Program Tebus Pupuk Murah dari Pemerintah
Sumber gambar: data artikel Mafindo/TurnBackHoax. Klik gambar untuk melihat ukuran besar.
Sumber klaimFacebook
KlasifikasiImpostor Content
ID Mafindo#37325
Lihat sumber klaim ↗

Klaim yang Beredar

Akun Facebook “Program Bantuan Tebus Pupuk Murah Mantri Andi Amran Sulaiman” pada Senin (26/10/2026) membagikan foto [arsip] berisi informasi pendaftaran program bantuan tebus pupuk murah dari Kementan RI. Berikut narasi lengkapnya:

“Program Bantuan Mentri Pertanian Andi Amran Sulaiman | Tebus pupuk harga murah stok terbatas langsung  krim pesan sebelum kehabisan | DAFTAR HARGA RP55.000 PER ZAK { 50kg } | Pupuk Urea, Pupuk NPK Phonska, Pupuk ZA Khusus Tebu, Pupuk Organik, Pupuk NPK Kakao, DLL“

Per Kamis (29/10/2026) konten tersebut telah mendapat 6 tanda suka dan menuai 2 komentar dari pengguna Facebook lainnya.

Iklan
Promo Spesial

Hasil Pemeriksaan Fakta

Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memeriksa tautan dan akun Facebook “Program Bantuan Tebus Pupuk Murah Mantri Andi Amran Sulaiman”. Diketahui, akun tersebut bukanlah milik Kementerian Pertanian (Kementan). Adapun akun Facebook resmi milik Kementan adalah “kementanRI”.

TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “program tebus pupuk murah dari Kementan 2026” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke berita pertanian.go.id “Berinovasi untuk Pangan Masa Depan, Kementan Perkuat Akses Pupuk Terjangkau bagi Petani”, tayang  Rabu (21/10/2026). Berita ini melaporkan bahwa pemerintah memberlakukan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi hingga 20 persen mulai Kamis (22/10/2026).

Menukil unggahan akun Instagram “pt.pupukindonesia”, langkah untuk menebus pupuk bersubsidi adalah sebagai berikut:

  1. Petani mengunjungi kios resmi terdaftar dengan membawa KTP asli atau Kartu Tani.

  2. Petugas memverifikasi NIK dan mengecek ketersediaan pupuk.

  3. Petani membayar pupuk sesuai HET.

  4. Petani mendapatkan nota penebusan, dilengkapi dengan foto bersama pupuk sebagai bukti.

Iklan Slot Iklan ArtikelLeaderboard 728 × 90Info Iklan
Iklan Slot Iklan Artikel MobileNative banner 320 × 250Buka
Kesimpulan

Impostor Content

Faktanya, tautan dan akun Facebook yang beredar bukan milik Kementerian Pertanian. Selain itu, program tebus pupuk murah dari pemerintah dilakukan langsung melalui kios resmi terdaftar dengan verifikasi NIK. Jadi, unggahan foto berisi klaim “pendaftaran program tebus pupuk murah dari pemerintah” merupakan konten tiruan (impostor content).

Iklan Slot Iklan Artikel Mobile KeduaNative banner 320 × 200Buka

Referensi (4)

  1. 1https://pertanian.go.id/index.php/news/view/8231
  2. 2https://www.instagram.com/p/DdldLJjD9ai/
  3. 3https://web.facebook.com/61595660741892/posts/122100399747522024
  4. 4https://archive.ph/gnQip
Tags:
Keterangan Artikel

Seluruh konten pemeriksaan fakta pada halaman ini disediakan oleh TurnBackHoax/Mafindo. Kami merupakan partner resmi dalam penyebaran informasi terverifikasi.

Logo Mafindo
Mafindo✓

MAFINDO adalah CSO anti hoax (organisasi masyarakat sipil). Kami mulai sebagai gerakan akar rumput online sejak 2015. Didirikan sebagai organisasi pada 19 November 2016, kami telah mempelopori banyak inisiatif anti hoax, seperti crowdsourced hoax busting, edukasi literasi digital untuk publik, CekFakta.com, dan kampanye publik untuk meningkatkan kesadaran tentang hoax dan bahayanya.