Iklan Slot Iklan Desktop
Iklan Slot Iklan MobileBanner 320 × 100Lihat
Memuat waktu...| Informasi terverifikasi untuk publik
TerkiniTentang kamiPasang IklanRSS
TERKINI
[PENIPUAN] Akun Telegram Pendaftaran Program Bedah Rumah Kementerian PKP•[SALAH] Kantor DPRD Tidak Boleh Jadi Lokasi Unjuk Rasa•Tidak Benar, KLHK Sebut Orangutan Kalimantan Punah Total•[PENIPUAN] Kuis Berhadiah dari Menteri Pertanian•Cek Fakta: Hoaks Foto Kanye West Bersama Jokowi

[PENIPUAN] Akun Telegram Pendaftaran Program Bedah Rumah Kementerian PKP

Faktanya, pengajuan bantuan dapat dilakukan melalui pihak-pihak yang telah ditentukan atau melalui situs resmi sibaru.pkp.go.id. Jadi, unggahan berisi klaim “akun…

Iklan Slot Iklan Atas ArtikelLeaderboard 728 × 90Info Iklan
Ilustrasi untuk [PENIPUAN] Akun Telegram Pendaftaran Program Bedah Rumah Kementerian PKP
Sumber gambar: data artikel Mafindo/TurnBackHoax. Klik gambar untuk melihat ukuran besar.
Sumber klaimFacebook.com
KlasifikasiImpostor Content
ID Mafindo#37323
Lihat sumber klaim ↗

Klaim yang Beredar

Beredar foto [arsip] dari akun Facebook “Aksara Nusa” pada Rabu (29/10/2026) berisi tautan akun telegram untuk pendaftaran Program Bantuan Bedah Rumah Nasional dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Unggahan disertai narasi:

“🏠 PROGRAM BANTUAN BEDAH RUMAH NASIONAL - KEMENTERIAN PKP 🛠️

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia kembali membuka pendaftaran Program Bedah Rumah untuk membantu masyarakat meningkatkan kualitas hunian dan kesejahteraan hidup.  

Daftarkan diri Anda dan lengkapi persyaratannya melalui tautan Telegram berikut:👉 https://daftargratissekarang-ten.vercel[dot]app/ ”

Iklan
Promo Spesial

Hasil Pemeriksaan Fakta

Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan memasukkan kata kunci “Program Bantuan Bedah Rumah Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP)” ke mesin pencarian Google. 

Hasil penelusuran mengarah ke akun Instagram resmi milik Kementerian PKP pada Senin (28/9/2026). Diketahui, permohonan bantuan bedah rumah dapat diajukan melalui RT/RW atau kepala desa/lurah/camat untuk kemudian diusulkan oleh kepala daerah, yaitu gubernur atau bupati/wali kota. Masyarakat juga dapat mengajukan permohonan melalui tokoh nasional, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, ketua organisasi kemasyarakatan (ormas), serta pimpinan dan anggota lembaga tinggi negara maupun menteri/kepala lembaga. Selain itu, pengajuan dapat dilakukan melalui situs resmi Sistem Informasi Bantuan Perumahan (SIBARU) di sibaru.pkp.go.id. 

Dalam unggahan tersebut, Kementerian PKP juga menjelaskan bahwa setiap usulan akan diperiksa dan diverifikasi oleh pemerintah sebelum bantuan diberikan. Informasi ini menunjukkan bahwa pengajuan bantuan dilakukan melalui mekanisme yang telah ditentukan, bukan dengan serta-merta mendaftarkan diri melalui akun Telegram yang mengatasnamakan program tersebut. 

Iklan Slot Iklan ArtikelLeaderboard 728 × 90Info Iklan
Iklan Slot Iklan Artikel MobileNative banner 320 × 250Buka
Kesimpulan

Impostor Content

Faktanya, pengajuan bantuan dapat dilakukan melalui pihak-pihak yang telah ditentukan atau melalui situs resmi sibaru.pkp.go.id. Jadi, unggahan berisi klaim “akun Telegram pendaftaran Program Bedah Rumah Kementerian PKP” adalah konten tiruan (impostor content).

Iklan Slot Iklan Artikel Mobile KeduaNative banner 320 × 200Buka

Referensi (4)

  1. 1https://www.instagram.com/p/Dd0sSImER0d/?img_index=6
  2. 2https://sibaru.pkp.go.id/
  3. 3https://web.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02viyBpUPTD75XGmhY7SejMqvRJG5a5SY8uvJ12bt9b4QNdNz6FYkZWqMpBSNWPikyl&id=61594751736621
  4. 4https://archive.org/details/screenshot-168_202610
Tags:
Keterangan Artikel

Seluruh konten pemeriksaan fakta pada halaman ini disediakan oleh TurnBackHoax/Mafindo. Kami merupakan partner resmi dalam penyebaran informasi terverifikasi.

Logo Mafindo
Mafindo✓

MAFINDO adalah CSO anti hoax (organisasi masyarakat sipil). Kami mulai sebagai gerakan akar rumput online sejak 2015. Didirikan sebagai organisasi pada 19 November 2016, kami telah mempelopori banyak inisiatif anti hoax, seperti crowdsourced hoax busting, edukasi literasi digital untuk publik, CekFakta.com, dan kampanye publik untuk meningkatkan kesadaran tentang hoax dan bahayanya.