Iklan Slot Iklan Desktop
Iklan Slot Iklan MobileBanner 320 × 100Lihat
Memuat waktu...| Informasi terverifikasi untuk publik
TerkiniTentang kamiPasang IklanRSS
TERKINI
Salah, Kepsek SMPN 1 Surakarta Sebut Gibran Hanya Lulusan SD•Hoaks! Video detik-detik Menkeu Purbaya ditahan dan memakai rompi tahanan•Hoaks! Prabowo tunjuk AHY gantikan Gibran sebagai wapres karena putusan MK•Hoaks! Foto Prabowo lantik Purbaya jadi Ketua KPK•Hoaks! Foto Jokowi angkat ijazahnya saat di atas panggung

[PENIPUAN] Kontak “Pendaftaran Dana Bantuan” dari Sherly Tjoanda

Video yang beredar adalah hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 100 persen. Jadi, unggahan berupa video disertai kontak dan klaim…

Iklan Slot Iklan Atas ArtikelLeaderboard 728 × 90Info Iklan
Ilustrasi untuk [PENIPUAN] Kontak “Pendaftaran Dana Bantuan” dari Sherly Tjoanda
Sumber gambar: data artikel Mafindo/TurnBackHoax. Klik gambar untuk melihat ukuran besar.
Sumber klaimTikTok
KlasifikasiFabricated Content
ID Mafindo#36948
Lihat sumber klaim ↗

Klaim yang Beredar

Beredar video [arsip] dari akun TikTok “Bantuan Sherly Tjoanda” pada Selasa (18/8/2026), isinya memperlihatkan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menuturkan narasi sebagai berikut:

“Maaf kalau boleh tahu, kamu yang sedang memegang HP dari daerah mana ya? Karena kamu tepat melihat saya, maka kamu berhak memilih salah satu bantuan. Bantuannya seperti modal usaha, bangun rumah, dan biaya sekolah ya. Meskipun kamu beda daerah itu tidak masalah.”

Dari pengamatan Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax), terdapat nomor kontak untuk mendaftar di bio akun.

Hingga Selasa (29/9/2026), konten itu mendapat hampir 1.300-an tanda suka dan dibagikan ulang 300-an kali.

Iklan
Promo Spesial

Hasil Pemeriksaan Fakta

Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan pencarian gambar terbalik dengan memanfaatkan Google Lens. Hasilnya, ditemukan gambar serupa dari Instagram pribadi Sherly Tjoanda “s_tjo” yang diunggah pada Juni 2025.

Diketahui, konteks asli foto tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan pendaftaran dana bantuan.

TurnBackHoax kemudian memasukkan kata kunci “pendaftaran dana bantuan dari Sherly Tjoanda” di mesin pencari Google. Hasilnya, tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim.

Dari pengamatan TurnBackHoax, terdapat indikasi rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam video unggahan akun TikTok “Bantuan Sherly Tjoanda”. Hal itu terlihat dari gerakan mulut dan suara yang tidak selaras dengan narasi.

TurnBackHoax lalu memasukkan video itu ke alat pendeteksi AI, deepfake-0-meter. Diketahui, video tersebut merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 100 persen.

Dari penelusuran TurnBackHoax terhadap nomor yang tertera dalam bio akun TikTok “Bantuan Sherly Tjoanda” (0897-6378-990) di Getcontact, tidak ada hasil yang berkaitan dengan Sherly Tjoanda atau dana bantuan.

Iklan Slot Iklan ArtikelLeaderboard 728 × 90Info Iklan
Iklan Slot Iklan Artikel MobileNative banner 320 × 250Buka
Kesimpulan

Fabricated Content

Video yang beredar adalah hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 100 persen. Jadi, unggahan berupa video disertai kontak dan klaim “pendaftaran dana bantuan dari Sherly Tjoanda” itu merupakan konten palsu (fabricated content).

Iklan Slot Iklan Artikel Mobile KeduaNative banner 320 × 200Buka

Referensi (4)

  1. 1https://vt.tiktok.com/ZSb8oEjxP/
  2. 2https://archive.li/MpxnZ
  3. 3https://www.instagram.com/p/DKgG9aqSrTH/?img_index=4
  4. 4https://archive.org/details/screenshot-2026-09-25-142308
Tags:
Keterangan Artikel

Seluruh konten pemeriksaan fakta pada halaman ini disediakan oleh TurnBackHoax/Mafindo. Kami merupakan partner resmi dalam penyebaran informasi terverifikasi.

Logo Mafindo
Mafindo✓

MAFINDO adalah CSO anti hoax (organisasi masyarakat sipil). Kami mulai sebagai gerakan akar rumput online sejak 2015. Didirikan sebagai organisasi pada 19 November 2016, kami telah mempelopori banyak inisiatif anti hoax, seperti crowdsourced hoax busting, edukasi literasi digital untuk publik, CekFakta.com, dan kampanye publik untuk meningkatkan kesadaran tentang hoax dan bahayanya.