Hoaks! Prabowo tutup MBG karena krisis ekonomi
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook yang beredar pada Minggu (18/10/2026) menampilkan tangkapan layar artikel yang mengklaim Presiden Prabowo…

Klaim yang Beredar
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook yang beredar pada Minggu (18/10/2026) menampilkan tangkapan layar artikel yang mengklaim Presiden Prabowo Subianto akan menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia akibat krisis ekonomi.
Dalam unggahan tersebut juga dinarasikan keputusan tersebut sebagai langkah menghadapi krisis ekonomi yang semakin buruk.
Tangkapan layar tersebut menyerupai tampilan situs berita Kompas.com. Gambar itu menampilkan foto Prabowo yang sedang berbicara di depan mikrofon, disertai judul “Prabowo Resmi Akan Tutup Program MBG di Seluruh Indonesia, Disebabkan Krisis Ekonomi”.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Resmi akan tutup program MBG di seluruh Indonesia disebabkan krisis ekonomi. Kompas.”
Namun, benarkah Presiden Prabowo akan menghentikan program MBG di seluruh Indonesia karena krisis ekonomi?
Hasil Pemeriksaan Fakta
Berdasarkan penelusuran, tangkapan layar tersebut merupakan konten yang dimanipulasi.
Pemimpin Redaksi Kompas.com, Amir Sodikin, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah membuat maupun menerbitkan artikel dengan judul tersebut.
Dilansir dari Kompas, Amir menjelaskan bahwa pembuat unggahan telah meniru logo dan tata letak Kompas.com untuk membuat tangkapan layar seolah-olah berasal dari media tersebut.
Namun, terdapat perbedaan pada jenis huruf yang digunakan. Penelusuran di situs Kompas.com dan arsip pemberitaannya juga tidak menemukan artikel dengan judul tersebut.
Di sisi lain, Badan Gizi Nasional (BGN) justru terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program MBG.
Juru Bicara BGN Tysa Novenny menjelaskan bahwa pemerintah memperkuat pengawasan terhadap aparatur sipil negara (ASN) dan petugas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk melalui penegakan aturan bagi petugas yang terbukti melakukan pelanggaran.
BGN juga mewajibkan setiap SPPG menghubungkan kamera pengawas atau CCTV dapur ke pusat pemantauan. Langkah ini bertujuan agar pemerintah dapat mengawasi pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP) secara langsung. Selain itu, BGN mengembangkan uji coba penyajian MBG secara prasmanan di 66 lokasi dan memperketat standar kebersihan serta keamanan pangan.
Data pemerintah juga menunjukkan bahwa program MBG masih berjalan. Berdasarkan laporan ANTARA, hingga 30 September 2026, program tersebut telah menjangkau sekitar 57 juta penerima manfaat melalui 27.486 SPPG.
Pada periode yang sama, realisasi anggaran MBG mencapai Rp153,2 triliun atau sekitar 66,9 persen dari pagu efektif Rp229 triliun.
Pemerintah bahkan menargetkan program ini menjangkau 72,4 juta penerima manfaat pada 2027.
Dengan demikian, klaim bahwa Presiden Prabowo akan menutup program MBG di seluruh Indonesia akibat krisis ekonomi merupakan hoaks.
Klaim: Prabowo tutup MBG karena krisis ekonomi
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.



