[PENIPUAN] Bantuan Sosial Uang Tunai dan Non Tunai Senilai Rp5.400.000 dari Kemensos
Faktanya, penerima bansos perlu terdaftar dalam data tunggal sosial ekonomi nasional, pendaftaran secara daring dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos. Jadi,…
![Ilustrasi untuk [PENIPUAN] Bantuan Sosial Uang Tunai dan Non Tunai Senilai Rp5.400.000 dari Kemensos](/cdn/gambar/1792986380_Fabricated-2.png)
Klaim yang Beredar
Akun Facebook “media informasi” membagikan unggahan [arsip] berisi informasi bantuan sosial (bansos) uang tunai dan non tunai dari Kementerian Sosial. Berikut narasi lengkapnya: “KEMENTERIAN SOSIAL BERBAGI 2026 BANTUAN SOSIAL UANG TUNAI & NON TUNAI Rp.5.400.000 ✅ Resmi dari Kemensos RI ✅ Tidak dipungut biaya ✅ Tanpa perantara, tanpa antrean 📋 Cukup isi formulir & lengkapi data kependudukan 📆 Batas pendaftaran: hingga kuota terpenuhi 📝 Program ini merupakan bagian dari transformasi digital dalam penyaluran bantuan sosial secara transparan dan efisien ke seluruh Indonesia GRATIS! Jangan Sampai ketinggalan! Yang belum cair atau belum pernah dapat sama sekali silahkan DAFTAR SEGERA 👇” Hingga Senin (26/10/2026) unggahan tersebut telah menuai 5 tanda suka.
Hasil Pemeriksaan Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengunjungi laman resmi Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI), kemensos.go.id, memanfaatkan fitur pencarian pada laman tersebut dengan memasukkan kata kunci “bantuan sosial uang Rp5.400.000”. Tidak ditemukan informasi resmi dari Kemensos yang membenarkan klaim.
Berdasarkan informasi dari detik.com, masyarakat yang ingin menerima bantuan sosial (bansos) perlu terdaftar dalam data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN). Pendaftaran secara daring dapat dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos milik Kemensos RI yang tersedia di Play Store dan App Store.
Fabricated Content
Faktanya, penerima bansos perlu terdaftar dalam data tunggal sosial ekonomi nasional, pendaftaran secara daring dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos. Jadi, unggahan berisi klaim “bantuan sosial tunai dan non tunai senilai Rp5.400.000 dari Kemensos” merupakan hoaks dengan kategori konten palsu (fabricated content).




