Iklan Slot Iklan Desktop
Iklan Slot Iklan MobileBanner 320 × 100Lihat
Memuat waktu...| Informasi terverifikasi untuk publik
TerkiniTentang kamiPasang IklanRSS
TERKINI
[SALAH] Video "Gempa Susulan Guncang Pulau Flores M 5,8"[PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 dari KemendikdasmenKeliru, Indonesia Bakal Diguncang Gempa Dahsyat pada Akhir 2026Hoaks, Video Gunung Meletus Diklaim Anak Krakatau di IndonesiaHoaks! Kota Malang hentikan MBG

[SALAH] Video "Gempa Susulan Guncang Pulau Flores M 5,8"

Faktanya, video tersebut merupakan rekaman pergeseran tanah dan longsor di Kabupaten Sukabumi pada Kamis (18/12/2025), bukan gempa susulan yang terjadi di Flores…

Iklan Slot Iklan Atas ArtikelLeaderboard 728 × 90Info Iklan
Ilustrasi untuk [SALAH] Video "Gempa Susulan Guncang Pulau Flores M 5,8"
Sumber gambar: data artikel Mafindo/TurnBackHoax. Klik gambar untuk membuka sumber asli.
Sumber klaimFacebook.com
KlasifikasiMisleading Content
ID Mafindo#36622
Lihat sumber klaim ↗

Klaim yang Beredar

Beredar video [arsip] dari akun Facebook “Bang Hariyono” pada Senin (17/8/2026) yang menampilkan sebuah jalan rusak parah yang diklaim akibat dari gempa susulan Pulau Flores. Berikut narasi lengkapnya: 

“Situasinya serius banget dampak gempa susulan M 5.8 di Flores NTT. 

Gempa susulan M 5.8 guncang Pulau Flores, Kamis pagi.`

Jalan retak parah, truk nyaris terperosok, dan longsor Gunung Api Anak Ranaka mengarah ke perkampungan.

3 kampung di bawahnya kini dalam kondisi waspada.

Do'akan Saudara Kita di Flores di Kolom Komentar.👇

#PrayForFlores #GempaNTT #InfoBMKG #Longsor”

Hingga Sabtu (12/9/2026) unggahan telah mendapatkan 3.200-an suka, 50-an komentar dan telah dibagikan 80 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

Iklan

Promo Spesial

Hasil Pemeriksaan Fakta

Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri tangkapan layar dari video melalui Google Lens. Hasil penelusuran mengarah pada artikel pikiranrakyat.com berjudul “Akses Jalan Terputus, Jalur Wisata Tertutup Longsor” yang tayang Jumat (19/12/2025). Dalam artikel dijelaskan kejadian tersebut terjadi di Kabupaten Sukabumi tepatnya jalan nasional Kiaradua-Simpenan-Bagbagan terputus akibat pergeseran tanah dan longsor. 

Sementara itu video serupa ditemukan di akun Instagram “infojawabarat” yang diunggah Kamis (18/12/2025). Keterangan pada video juga menyebutkan jalan nasional penghubung Kabupaten Sukabumi dengan Pelabuhan Ratu lumpuh total akibat bencana alam yang terjadi.

Melansir artikel Kompas.com berjudul “Gempa Susulan di Flores Capai 13.156 Kali, BMKG: Pola Penurunan Mulai Terlihat” yang tayang Senin (7/9/2026), BMKG mengatakan bahwa gempa bumi susulan telah terjadi sebanyak 13.156 kali dengan magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 0,9. BMKG juga memperkirakan gempa susulan masih akan terjadi sekitar tiga hingga empat minggu ke depan.

Iklan Slot Iklan ArtikelLeaderboard 728 × 90Info Iklan
Iklan Slot Iklan Artikel MobileNative banner 320 × 250Buka
Kesimpulan

Misleading Content

Faktanya, video tersebut merupakan rekaman pergeseran tanah dan longsor di Kabupaten Sukabumi pada Kamis (18/12/2025), bukan gempa susulan yang terjadi di Flores 2026. Jadi unggahan berisi klaim “gempa susulan guncang Pulau Flores M 5,8” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).

Iklan Slot Iklan Artikel Mobile KeduaNative banner 320 × 200Buka

Referensi (3)

  1. 1https://koran.pikiran-rakyat.com/news/pr-3039874247/akses-jalan-terputus-jalur-wisata-tertutup-longsor
  2. 2https://www.instagram.com/reel/DSZitD-iR0A/
  3. 3https://regional.kompas.com/read/2026/09/07/100635178/gempa-susulan-di-flores-capai-13156-kali-bmkg-pola-penurunan-mulai-terlihat
Tags:
Keterangan Artikel

Seluruh konten pemeriksaan fakta pada halaman ini disediakan oleh TurnBackHoax/Mafindo. Kami merupakan partner resmi dalam penyebaran informasi terverifikasi.

Logo Mafindo
Mafindo

MAFINDO adalah CSO anti hoax (organisasi masyarakat sipil). Kami mulai sebagai gerakan akar rumput online sejak 2015. Didirikan sebagai organisasi pada 19 November 2016, kami telah mempelopori banyak inisiatif anti hoax, seperti crowdsourced hoax busting, edukasi literasi digital untuk publik, CekFakta.com, dan kampanye publik untuk meningkatkan kesadaran tentang hoax dan bahayanya.