Iklan Slot Iklan Desktop
Iklan Slot Iklan MobileBanner 320 × 100Lihat
Memuat waktu...| Informasi terverifikasi untuk publik
TerkiniTentang kamiPasang IklanRSS
TERKINI
Cek Fakta: Hoaks Link Pendaftaran Bansos Uang Tunai Rp 5,4 Juta•Cek Fakta: Hoaks Link untuk Cek Status Penerima BSU Oktober 2026•Cek Fakta: Hoaks Poster Ajakan Demo 15 Oktober 2026 di Jakarta dari Ponpes Lirboyo•[PENIPUAN] Lowongan Kerja PT Vale Indonesia•[SALAH] MK Melarang Pemasangan Foto Gibran di Sekolah

[SALAH] MK Melarang Pemasangan Foto Gibran di Sekolah

Faktanya, MK tidak pernah memerintahkan seluruh sekolah di Indonesia untuk tidak memajang foto Gibran. Seruan untuk menurunkan foto Gibran berasal dari seorang…

Iklan Slot Iklan Atas ArtikelLeaderboard 728 × 90Info Iklan
Ilustrasi untuk [SALAH] MK Melarang Pemasangan Foto Gibran di Sekolah
Sumber gambar: data artikel Mafindo/TurnBackHoax. Klik gambar untuk melihat ukuran besar.
Sumber klaimFacebook.com
KlasifikasiFabricated Content
ID Mafindo#37148
Lihat sumber klaim ↗

Klaim yang Beredar

Beredar gambar [arsip] dari akun Facebook “Aksara Nusa” pada Kamis (8/10/2026) yang menampilkan klaim bahwa MK meminta agar foto Gibran tidak dipajang di sekolah seluruh Indonesia. Unggahan disertai narasi:

“PUTUSAN MK

MK PERINTAHKAN SELURUH SEKOLAH DI INDONESIA UNTUK TIDAK MEMAJANG FOTO GIBRAN DI DEPAN KELAS

MK TEGAS!”

Hingga Selasa (13/10/2026) unggahan ini mendapatkan 2 tanda suka dan dibagikan 3 kali.

Iklan
Promo Spesial

Hasil Pemeriksaan Fakta

Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan memasukkan kata kunci “MK perintahkan sekolah tidak pajang foto Gibran” ke kolom pencarian Google, untuk memastikan kebenaran klaim. Namun, berdasarkan penelusuran tidak ditemukan informasi resmi yang menyatakan bahwa Mahkamah Konstitusi (MK) memerintahkan seluruh sekolah di Indonesia untuk tidak memajang foto Gibran.

Dari hasil penelusuran, MK memang telah membacakan putusan terkait syarat pendidikan Gibran. Dalam artikel detik.com “Dinamika Usai Putusan MK soal Ijazah Wapres Gibran” yang tayang Jumat (9/10/2026), disebutkan bahwa MK tidak menemukan bukti yang menunjukkan Gibran memiliki ijazah setara SMA atau sederajat. Namun, putusan tersebut tidak memerintahkan sekolah untuk menurunkan atau tidak memajang foto Gibran.

Sementara itu, seruan agar sekolah menurunkan foto Gibran memang muncul dari pihak lain. Dalam artikel berandasulsel.com “Usai Putusan MK Soal Syarat Pendidikan, Aktivis Pemuda Serukan semua Sekolah Turunkan Foto Gibran” yang tayang Kamis (8/10/2026), aktivis pemuda Ilham Azhari Said menyerukan agar seluruh sekolah di Indonesia menurunkan foto Gibran, namun seruan tersebut merupakan pernyataan pribadi aktivis tersebut dan bukan atas perintah dari MK.

Iklan Slot Iklan ArtikelLeaderboard 728 × 90Info Iklan
Iklan Slot Iklan Artikel MobileNative banner 320 × 250Buka
Kesimpulan

Fabricated Content

Faktanya, MK tidak pernah memerintahkan seluruh sekolah di Indonesia untuk tidak memajang foto Gibran. Seruan untuk menurunkan foto Gibran berasal dari seorang aktivis setelah putusan MK terkait syarat pendidikan Gibran dibacakan. Jadi, unggahan berisi klaim “MK perintahkan seluruh sekolah di Indonesia untuk tidak memajang foto Gibran” adalah konten palsu (fabricated content).

Iklan Slot Iklan Artikel Mobile KeduaNative banner 320 × 200Buka

Referensi (2)

  1. 1https://news.detik.com/berita/d-8698871/dinamika-usai-putusan-mk-soal-ijazah-wapres-gibran
  2. 2https://berandasulsel.com/usai-putusan-mk-soal-syarat-pendidikan-aktivis-pemuda-serukan-semua-sekolah-turunkan-foto-gibran/
Tags:
Keterangan Artikel

Seluruh konten pemeriksaan fakta pada halaman ini disediakan oleh TurnBackHoax/Mafindo. Kami merupakan partner resmi dalam penyebaran informasi terverifikasi.

Logo Mafindo
Mafindo✓

MAFINDO adalah CSO anti hoax (organisasi masyarakat sipil). Kami mulai sebagai gerakan akar rumput online sejak 2015. Didirikan sebagai organisasi pada 19 November 2016, kami telah mempelopori banyak inisiatif anti hoax, seperti crowdsourced hoax busting, edukasi literasi digital untuk publik, CekFakta.com, dan kampanye publik untuk meningkatkan kesadaran tentang hoax dan bahayanya.