Iklan Slot Iklan Desktop
Iklan Slot Iklan MobileBanner 320 × 100Lihat
Memuat waktu...| Informasi terverifikasi untuk publik
TerkiniTentang kamiPasang IklanRSS
TERKINI
Keliru, BPJS Kesehatan Akan Dihapus dan Digantikan Klinik Kopdes•Hoaks, Tautan Pendaftaran Petugas Haji 2026/2027 Lewat Telegram•Cek Fakta: Hoaks Video Menkeu Suahasil Cairkan Bantuan untuk Masyarakat•Cek Fakta: Hoaks Lowongan Kerja Petugas Sensus Pertanian•[SALAH] BMKG Prediksi Suhu Indonesia Bakal Sentuh 50 Derajat Celsius

Cek Fakta: Hoaks Lowongan Kerja Petugas Sensus Pertanian

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim lowongan kerja Petugas Sensus Pertanian, tidaklah benar dan merupakan hoaks.

Iklan Slot Iklan Atas ArtikelLeaderboard 728 × 90Info Iklan
Ilustrasi untuk Cek Fakta: Hoaks Lowongan Kerja Petugas Sensus Pertanian
Sumber gambar: data artikel Mafindo/TurnBackHoax. Klik gambar untuk melihat ukuran besar.
Sumber klaimTidak dicantumkan
KlasifikasiCekFakta
ID Mafindo#37314

Klaim yang Beredar

Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim lowongan kerja Petugas Sensus Pertanian. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Instagram pada 24 Oktober 2026.
Berikut isi unggahannya:
"RESMI MEMBUKA
LOWONGAN KERJA PETUGAS SENSUS PERTANIAN
PRIA & WANITA
LULUSAN SMA / SEDERAJAT
GAJI 5JT-8JT / BULAN
PENEMPATAN SESUAI DAERAH MASING MASING
ANGKATAN 2026
GRATIS TIDAK ADA BIAYA
Ayo Bergabung! Jadi Bagian dari Pertanian Maju Indonesia!
Dr. Ir. H. ANDI AMRAN SULAIMAN, M. P
MENTERI PERTANIAN"
Lalu benarkah klaim lowongan kerja Petugas Sensus Pertanian? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Iklan
Promo Spesial

Hasil Pemeriksaan Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim lowongan kerja Petugas Sensus Pertanian. Penelusuran mengarah pada artikel dari Kementerian Pertanian (Kementan) melalui website resminya berjudul "Kementan: Hati-hati Hoaks Rekrutmen "Petugas Sensus Pertanian 2026", Masyarakat Waspada Modus Penipuan".
Dalam artikel ini, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian, Moch Arief Cahyono menegaskan bahwa Kementerian Pertanian tidak pernah membuka rekrutmen Petugas Sensus Pertanian 2026 seperti yang beredar di media sosial dan aplikasi percakapan.
"Informasi mengenai rekrutmen Petugas Sensus Pertanian 2026 yang beredar tersebut dipastikan tidak benar atau hoaks. Kementerian Pertanian tidak pernah menerbitkan pengumuman tersebut dan tidak pernah bekerja sama dengan pihak mana pun untuk melakukan rekrutmen melalui tautan yang beredar," tegas Arief di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Arief menjelaskan, masyarakat perlu lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan instansi pemerintah, terutama yang menawarkan pekerjaan dengan proses pendaftaran yang tidak jelas dan mengarahkan calon pelamar ke tautan di luar kanal resmi pemerintah.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengklik tautan tersebut, tidak memberikan data pribadi, serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Seluruh informasi resmi Kementerian Pertanian hanya disampaikan melalui website dan akun media sosial resmi Kementerian Pertanian," ujar dia.
Arief menegaskan, pelaksanaan sensus nasional merupakan kewenangan instansi yang berwenang dan setiap informasi rekrutmen petugas sensus selalu diumumkan melalui kanal resmi pemerintah terkait. Beberapa lembaga pemeriksa fakta juga telah menyatakan bahwa narasi rekrutmen Petugas Sensus Pertanian yang beredar merupakan informasi palsu dan berpotensi menjadi modus penipuan.
Menurut Arief, penyebaran informasi palsu yang mencatut nama dan logo instansi pemerintah tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk pencurian data pribadi maupun tindakan penipuan lainnya.
"Kami meminta masyarakat selalu melakukan pengecekan informasi melalui kanal resmi Kementerian Pertanian sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi yang mengatasnamakan Kementan. Jangan mudah tergiur oleh janji gaji besar atau proses rekrutmen yang tidak jelas sumbernya," kata Arief.

Iklan Slot Iklan ArtikelLeaderboard 728 × 90Info Iklan
Iklan Slot Iklan Artikel MobileNative banner 320 × 250Buka
Kesimpulan

CekFakta

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim lowongan kerja Petugas Sensus Pertanian, tidaklah benar dan merupakan hoaks.

Iklan Slot Iklan Artikel Mobile KeduaNative banner 320 × 200Buka

Referensi (2)

  1. 1https://pertanian.go.id/news/view/7867
  2. 2https://www.instagram.com/p/DZtAyuOk76G/?img_index=1&igsh=aHU2dm9qbXdnb2Rs
Tags:
Keterangan Artikel

Seluruh konten pemeriksaan fakta pada halaman ini disediakan oleh TurnBackHoax/Mafindo. Kami merupakan partner resmi dalam penyebaran informasi terverifikasi.

Logo Liputan 6
Liputan 6✓

Liputan6.com merupakan portal berita yang terdaftar dan sudah diverifikasi di Dewan Pers Indonesia. Informasi terbaru dan akurat yang disajikan Liputan6.com menitikberatkan pada akurasi dan ketajaman berita dengan sumber informasi yang terpercaya. Liputan6.com tidak bekerja untuk kepentingan politik mana pun dan berdiri di atas dan untuk semua golongan, serta non-partisan. Redaksi Liputan6.com harus taat pada kode etik jurnalistik yang ditetapkan Dewan Pers. Jurnalis Liputan6.com tidak boleh terlibat dalam politik praktis, menjadi pengurus atau tim sukses partai politik. Liputan6.com berdiri sejak Agustus 2000. Awalnya hanya menyajikan berita yang sudah tayang di stasiun televisi pada program Liputan6 SCTV (Surya Citra Televisi). Sejak 24 Mei 2012, induk perusahaan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek), yang merupakan perusahaan terbuka dan tercatat di Bursa Efek Indonesia, memutuskan untuk memisahkan Liputan6.com dari SCTV dengan menjadi perusahaan sendiri, PT Kreatif Media Karya (KMK). Perusahaan KMK ini merupakan anak perusahaan Emtek. Sejak itu, Liputan6,com mengubah penayangan berita menjadi sebuah portal news online dengan berita yang jauh lebih beragam dibandingkan dengan ketika didirikan. Jumlah berita Liputan6.com makin bertambah dan beragam dengan kanal-kanal yang disesuaikan untuk kebutuhan pembaca seperti Politik, Olahraga, Bisnis, Tekno, Showbiz, Health,Lifestyle, Otomotif, Regional hingga Citizen6 yang mengakomodir jurnalisme warga.