Iklan Slot Iklan Desktop
Iklan Slot Iklan MobileBanner 320 × 100Lihat
Memuat waktu...| Informasi terverifikasi untuk publik
TerkiniTentang kamiPasang IklanRSS
TERKINI
Salah, Hakim Surakarta Nyatakan Ijazah Jokowi Palsu•Salah, Hakim Surakarta Nyatakan Ijazah Jokowi Palsu•[PENIPUAN] Menkeu Suahasil Umumkan Program Bantuan Pensiunan•[PENIPUAN] Kontak “Pendaftaran Dana Bantuan” dari Sherly Tjoanda•Salah, Hakim Surakarta Nyatakan Ijazah Jokowi Palsu

Cek Fakta: Hoaks Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Beli Koin Kuno dengan Harga Ratusan Juta Rupiah

Berdasarkan penelusuran Cek Fakta Liputan6.com klaim video Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi siap membeli koin kuno dengan harga mencapai ratusan juta…

Iklan Slot Iklan Atas ArtikelLeaderboard 728 × 90Info Iklan
Ilustrasi untuk Cek Fakta: Hoaks Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Beli Koin Kuno dengan Harga Ratusan Juta Rupiah
Sumber gambar: data artikel Mafindo/TurnBackHoax. Klik gambar untuk melihat ukuran besar.
Sumber klaimTidak dicantumkan
KlasifikasiCekFakta
ID Mafindo#36950

Klaim yang Beredar

Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com menemukan klaim video Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi siap membeli koin kuno dengan harga mencapai ratusan juta Rupiah. Klaim video itu beredar di Facebook beberapa waktu lalu.
Berikut isi unggahannya:
"Assalamualaikum Sampu rasun seluruh masyarakat Indonesia saya Kang Dedi Mulyadi. Bagi siapapun yang ingin menjual koin kuno tolong infokan langsung ke saya disini, saya lagi mencari koin kuno. Jadi buat kalian yang punya koin kuno bisa dijual ke saya, saya siap beli dengan harga tinggi dan saya siap jemput ke alamat kalian yang mau jual silahkan hubungi WhatsApp saya di bio profil TikTok".
Dalam unggahan itu pun turut adanya caption yang menyebut jika pria disebut KDM ini siap menampung koin kuno. "Siap menampung koin kuno sebanyak banyaknya".
Lalu benarkah klaim video Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi siap membeli koin kuno dengan harga mencapai ratusan juta Rupiah? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Iklan
Promo Spesial

Hasil Pemeriksaan Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi siap membeli koin kuno dengan harga mencapai ratusan juta Rupiah dengan menggunakan situs pendeteksi AI, Hive Moderation.
Hasilnya, suara pada video tersebut menunjukkan 98,2 persen merupakan modifikasi AI.
Penelusuran dilanjutkan dan kami menemukan video yang identik dengan postingan. Video itu diunggah akun @KANGDEDIMULYADI di Tiktok pada 15 Juni 2026. Narasi dalam video tersebut merupakan permohonan maaf darinya yang bukan pemimpin Sunda yang rahayu.
"Mohon maaf pisan akang, saya mah jangankan level 7, level 1 aja belum tentu masuk. Saya mah hanya kampung yang kebetulan ditakdirkan jadi gubernur"

Iklan Slot Iklan ArtikelLeaderboard 728 × 90Info Iklan
Iklan Slot Iklan Artikel MobileNative banner 320 × 250Buka
Kesimpulan

CekFakta

Berdasarkan penelusuran Cek Fakta Liputan6.com klaim video Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi siap membeli koin kuno dengan harga mencapai ratusan juta Rupiah merupakan hoaks.

Iklan Slot Iklan Artikel Mobile KeduaNative banner 320 × 200Buka

Referensi (2)

  1. 1https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
  2. 2https://www.tiktok.com/@dedimulyadiofficial/video/7651447977273281800
Tags:
Keterangan Artikel

Seluruh konten pemeriksaan fakta pada halaman ini disediakan oleh TurnBackHoax/Mafindo. Kami merupakan partner resmi dalam penyebaran informasi terverifikasi.

Logo Liputan 6
Liputan 6✓

Liputan6.com merupakan portal berita yang terdaftar dan sudah diverifikasi di Dewan Pers Indonesia. Informasi terbaru dan akurat yang disajikan Liputan6.com menitikberatkan pada akurasi dan ketajaman berita dengan sumber informasi yang terpercaya. Liputan6.com tidak bekerja untuk kepentingan politik mana pun dan berdiri di atas dan untuk semua golongan, serta non-partisan. Redaksi Liputan6.com harus taat pada kode etik jurnalistik yang ditetapkan Dewan Pers. Jurnalis Liputan6.com tidak boleh terlibat dalam politik praktis, menjadi pengurus atau tim sukses partai politik. Liputan6.com berdiri sejak Agustus 2000. Awalnya hanya menyajikan berita yang sudah tayang di stasiun televisi pada program Liputan6 SCTV (Surya Citra Televisi). Sejak 24 Mei 2012, induk perusahaan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek), yang merupakan perusahaan terbuka dan tercatat di Bursa Efek Indonesia, memutuskan untuk memisahkan Liputan6.com dari SCTV dengan menjadi perusahaan sendiri, PT Kreatif Media Karya (KMK). Perusahaan KMK ini merupakan anak perusahaan Emtek. Sejak itu, Liputan6,com mengubah penayangan berita menjadi sebuah portal news online dengan berita yang jauh lebih beragam dibandingkan dengan ketika didirikan. Jumlah berita Liputan6.com makin bertambah dan beragam dengan kanal-kanal yang disesuaikan untuk kebutuhan pembaca seperti Politik, Olahraga, Bisnis, Tekno, Showbiz, Health,Lifestyle, Otomotif, Regional hingga Citizen6 yang mengakomodir jurnalisme warga.