Iklan Slot Iklan Desktop
Iklan Slot Iklan MobileBanner 320 × 100Lihat
Memuat waktu...| Informasi terverifikasi untuk publik
TerkiniTentang kamiPasang IklanRSS
TERKINI
Hoaks! Video aparat minta warung tutup karena berdekatan dengan Kopdes Merah PutihHoaks! Bahlil larang ojol beli pertaliteCek fakta, Malaysia laporkan Indonesia ke PBB soal asap karhutlaHoaks! CKG merupakan agenda pandemi jilid duaHoaks! Foto korban Kapal Virgo Transport 8 terombang-ambing di laut

Cek Fakta: Hoaks Artikel Nusron Wahid Sebut Jokowi Terima Uang Suap 700 Miliar

Postingan artikel Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid menyebut Jokowi menerima uang suap 700 miliar di rumahnya adalah hoaks.

Iklan Slot Iklan Atas ArtikelLeaderboard 728 × 90Info Iklan
Ilustrasi untuk Cek Fakta: Hoaks Artikel Nusron Wahid Sebut Jokowi Terima Uang Suap 700 Miliar
Sumber gambar: data artikel Mafindo/TurnBackHoax. Klik gambar untuk melihat ukuran besar.
Sumber klaimTidak dicantumkan
KlasifikasiCekFakta
ID Mafindo#36777

Klaim yang Beredar

Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan artikel Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid menyebut Jokowi menerima uang suap 700 miliar di rumahnya. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook pada 20 September 2026.
Dalam unggahannya terdapat tangkapan layar artikel dari CNN Indonesia berjudul:
"Nusron Wahid: Saya Menerima Uang Suap Sedikit, Presiden Joko Widodo Menerimanya Banyak Dari Anak Buah Saya Mencapai 700 Milyar Diserahkan Kerumahnya"
Akun itu menambahkan narasi:
"Korupsi
Cerita Ngeri2 Sedap!
Menteri ATR BPN, Nusron Wahid menurut berita disini buka suara......
"Saya Menerima Uang Suap Sedikit, Presiden Joko Widodo Menerimanya Banyak Dari Anak Buah Saya Mencapai 700 Milyard Disampaikan Ke Rumahnya!"
Cerita sedapnya kali ini adalah cerita uang Rp. 700 M.
Cerita Ngerinya adalah, yang terlibat adalah aparat Kementerian, yang akar Korupsinya ternyata adalah mantan Presiden kita, Bapak Jokowidodo!
Kita tunggu kelanjutan berita Ngeri Ngeri Sedap Ini!"
Lalu benarkah postingan artikel Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid menyebut Jokowi menerima uang suap 700 miliar di rumahnya?
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel yang identik dengan postingan. Artikel itu diunggah situs berita CNNindonesia.com dengan foto dan waktu tayang sama dengan postingan yakni Kamis 17 September 2026 pukul 07.27 WIB.
Namun dalam artikel asli berjudul "Menguak Misteri Keberadaan Nusron Usai KPK OTT Kasus HGB Summarecon"
Artikel asli sama sekali tidak membahas pernyataan Nusron yang menyebut mantan Presiden Jokowi menerima uang suap 700 miliar.
Artikel asli hanya membahas keberadaan Nusron Wahid usai KPK melakukan OTT dalam kasus dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB).

Iklan
Promo Spesial

Hasil Pemeriksaan Fakta

Iklan Slot Iklan ArtikelLeaderboard 728 × 90Info Iklan
Iklan Slot Iklan Artikel MobileNative banner 320 × 250Buka
Kesimpulan

CekFakta

Postingan artikel Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid menyebut Jokowi menerima uang suap 700 miliar di rumahnya adalah hoaks.

Iklan Slot Iklan Artikel Mobile KeduaNative banner 320 × 200Buka

Referensi (1)

  1. 1https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260917071119-12-1404840/menguak-misteri-keberadaan-nusron-usai-kpk-ott-kasus-hgb-summarecon
Tags:
Keterangan Artikel

Seluruh konten pemeriksaan fakta pada halaman ini disediakan oleh TurnBackHoax/Mafindo. Kami merupakan partner resmi dalam penyebaran informasi terverifikasi.

Logo Liputan 6
Liputan 6

Liputan6.com merupakan portal berita yang terdaftar dan sudah diverifikasi di Dewan Pers Indonesia. Informasi terbaru dan akurat yang disajikan Liputan6.com menitikberatkan pada akurasi dan ketajaman berita dengan sumber informasi yang terpercaya. Liputan6.com tidak bekerja untuk kepentingan politik mana pun dan berdiri di atas dan untuk semua golongan, serta non-partisan. Redaksi Liputan6.com harus taat pada kode etik jurnalistik yang ditetapkan Dewan Pers. Jurnalis Liputan6.com tidak boleh terlibat dalam politik praktis, menjadi pengurus atau tim sukses partai politik. Liputan6.com berdiri sejak Agustus 2000. Awalnya hanya menyajikan berita yang sudah tayang di stasiun televisi pada program Liputan6 SCTV (Surya Citra Televisi). Sejak 24 Mei 2012, induk perusahaan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek), yang merupakan perusahaan terbuka dan tercatat di Bursa Efek Indonesia, memutuskan untuk memisahkan Liputan6.com dari SCTV dengan menjadi perusahaan sendiri, PT Kreatif Media Karya (KMK). Perusahaan KMK ini merupakan anak perusahaan Emtek. Sejak itu, Liputan6,com mengubah penayangan berita menjadi sebuah portal news online dengan berita yang jauh lebih beragam dibandingkan dengan ketika didirikan. Jumlah berita Liputan6.com makin bertambah dan beragam dengan kanal-kanal yang disesuaikan untuk kebutuhan pembaca seperti Politik, Olahraga, Bisnis, Tekno, Showbiz, Health,Lifestyle, Otomotif, Regional hingga Citizen6 yang mengakomodir jurnalisme warga.