Iklan Slot Iklan Desktop
Iklan Slot Iklan MobileBanner 320 × 100Lihat
Memuat waktu...| Informasi terverifikasi untuk publik
TerkiniTentang kamiPasang IklanRSS
TERKINI
[SALAH] Video "Laut Merak Kering Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau"Hoaks, Link Pendaftaran Penyaluran Bansos Beras 30 Kg 2026Tidak Benar, Link Pendaftaran Penyaluran Bansos Beras 30 Kg 2026Hoaks, Video Penemuan Jurnalis Hilang saat Liput Anak KrakatauKeliru, Rekaman Video Tenggelamnya KMP Virgo 8 pada 5 September

[SALAH] Video "Laut Merak Kering Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau"

Konteks asli dokumentasi adalah momen air laut yang surut karena dipengaruhi fenomena pasang surut air laut dan gaya tarik bulan yang besar di Pantai Sampur, Desa…

Iklan Slot Iklan Atas ArtikelLeaderboard 728 × 90Info Iklan
Ilustrasi untuk [SALAH] Video "Laut Merak Kering Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau"
Sumber gambar: data artikel Mafindo/TurnBackHoax. Klik gambar untuk melihat ukuran besar.
Sumber klaimTikTok
KlasifikasiMisleading Content
ID Mafindo#36727
Lihat sumber klaim ↗

Klaim yang Beredar

Beredar video [arsip] dari akun TikTok “imamsuyuti544” pada Minggu (6/9/2026), isinya memperlihatkan air laut yang surut. 

Di video tersebut terdapat narasi:

“krakatau erupsi

laut merak kering

surut jauh ketengah

pertanda apa ya”

Hingga Kamis (17/9/2026), konten itu mendapat hampir 12.000-an tanda suka dan dibagikan ulang 5.200-an kali.

Iklan
Promo Spesial

Hasil Pemeriksaan Fakta

Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan pencarian gambar terbalik dengan memanfaatkan Google Lens. Hasilnya, ditemukan gambar serupa dari pemberitaan kompas.com “Viral, Video Pantai Sampur Airnya Surut dan Kering, Warganet Kaitkan dengan Tsunami, Ini Kata BPBD Babel” yang tayang Oktober 2022.

Diketahui, konteks asli dokumentasi tersebut adalah momen air laut yang surut karena dipengaruhi fenomena pasang surut air laut dan gaya tarik bulan yang besar di Pantai Sampur, Desa Kebintik, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Babel.

TurnBackHoax kemudian memasukkan kata kunci “laut merak kering imbas erupsi gunung anak krakatau”. Hasilnya, ditemukan pemberitaan detik.com "Anak Krakatau Erupsi, BMKG: Belum Ada Anomali Muka Air Laut di Selat Sunda".

Berdasarkan pemberitaan yang tayang Minggu (6/9/2026) tersebut, diketahui bahwa BMKG menyatakan belum menemukan adanya anomali muka air laut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan pemantauan melalui 20 tsunami gate di sekitar Selat Sunda serta high frequency radar di Pantai Carita dan Tanjung Lesung, hingga pukul 07.00 WIB pada Minggu (6/9/2026) tidak terdeteksi adanya potensi tsunami.

Iklan Slot Iklan ArtikelLeaderboard 728 × 90Info Iklan
Iklan Slot Iklan Artikel MobileNative banner 320 × 250Buka
Kesimpulan

Misleading Content

Konteks asli dokumentasi adalah momen air laut yang surut karena dipengaruhi fenomena pasang surut air laut dan gaya tarik bulan yang besar di Pantai Sampur, Desa Kebintik, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Babel. Jadi, unggahan video berisi klaim "laut merak kering imbas erupsi gunung anak krakatau" itu merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

Iklan Slot Iklan Artikel Mobile KeduaNative banner 320 × 200Buka

Referensi (4)

  1. 1https://vt.tiktok.com/ZSqjeGdAT/
  2. 2https://archive.ph/5Q6Ic
  3. 3https://www.kompas.com/tren/read/2022/10/13/112800565/viral-video-pantai-sampur-airnya-surut-dan-kering-warganet-kaitkan-dengan
  4. 4https://news.detik.com/berita/d-8650703/anak-krakatau-erupsi-bmkg-belum-ada-anomali-muka-air-laut-di-selat-sunda
Tags:
Keterangan Artikel

Seluruh konten pemeriksaan fakta pada halaman ini disediakan oleh TurnBackHoax/Mafindo. Kami merupakan partner resmi dalam penyebaran informasi terverifikasi.

Logo Mafindo
Mafindo

MAFINDO adalah CSO anti hoax (organisasi masyarakat sipil). Kami mulai sebagai gerakan akar rumput online sejak 2015. Didirikan sebagai organisasi pada 19 November 2016, kami telah mempelopori banyak inisiatif anti hoax, seperti crowdsourced hoax busting, edukasi literasi digital untuk publik, CekFakta.com, dan kampanye publik untuk meningkatkan kesadaran tentang hoax dan bahayanya.