Iklan Slot Iklan Desktop
Iklan Slot Iklan MobileBanner 320 × 100Lihat
Memuat waktu...| Informasi terverifikasi untuk publik
TerkiniTentang kamiPasang IklanRSS
TERKINI
Keliru, Video Dapur SPPG di Lombok Tengah, NTB, Dibakar WargaSalah, Video Toko Disuruh Tutup sebab Dekat Kopdes Merah Putih[PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Cek Kesehatan Gratis[SALAH] Ojol Dilarang Beli Pertalite[SALAH] Malaysia Laporkan Indonesia ke PBB soal Karhutla

Hoaks, Video Penemuan Jurnalis Hilang saat Liput Anak Krakatau

Berdasarkan hasil penelusuran, video dengan klaim bahwa jurnalis yang hilang saat meliput Gunung Anak Krakatau telah ditemukan, bersifat salah dan menyesatkan…

Iklan Slot Iklan Atas ArtikelLeaderboard 728 × 90Info Iklan
Ilustrasi untuk Hoaks, Video Penemuan Jurnalis Hilang saat Liput Anak Krakatau
Sumber gambar: data artikel Mafindo/TurnBackHoax. Klik gambar untuk melihat ukuran besar.
Sumber klaimTidak dicantumkan
KlasifikasiCekFakta
ID Mafindo#36704

Klaim yang Beredar

tirto.id - Beredar unggahan di media sosial Threads, video yang mengklaim jurnalis yang hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau telah ditemukan.

Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Threads @nadiono502 (arsip) pada Sabtu (12/9/2026). Unggahan video tersebut menampilkan gambar seorang petugas menggunakan baju orange dan satu lainnya menggunakan baju biru berada di atas perahu karet.

“Alhamdulillah selamat, sudah ditemukan. Kita akan jemput korban, alhamdulillah pencarian ini. Alhamdulillah korban telah ditemukan. Alhamdulillah korban akan dinaikkan, sudah ditemukan korbannya. Tahan, tahan, tahan. Ayo merapat.” Begitu narasi diucapkan dalam video.

Pengunggah juga menuliskan keterangan dalam unggahan, “Alhamdulillah sudah ditemukan jurnalis yang hilang saat meliput gunung anak Krakatau.”

Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (16/9/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 75 tanda suka, 23 komentar, 4 kali diunggah ulang, dan 29 kali dibagikan. Kolom komentar terbagi dua, sebagian warganet mempercayai informasi tersebut, dan yang lainnya menyatakan bahwa video tersebut tidak benar.

Lantas, benarkah video tersebut merupakan rekaman ditemukannya jurnalis yang hilang saat meliput Gunung Anak Krakatau?

Baca juga:Hari ke-9 Pencarian Jurnalis-Kru Kapal Diperluas hingga Bengkulu

Periksa Fakta Jurnalis Hilang, foto/hotline periksa fakta tirto

Iklan
Promo Spesial

Hasil Pemeriksaan Fakta

Untuk memverifikasi kebenaran klaim, Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) dengan menggunakan mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

Lebih lanjut, sebagaimana dalam pemberitaan Tirto, lima jurnalis tersebut dilaporkan hilang kontak setelah berangkat menggunakan speedboat dari kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten. Mereka menuju Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas vulkanik pada Senin, 7 September 2026.

Adapun lima jurnalis tersebut adalah Muhammad Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency, dan Donal Husni, jurnalis lepas.

Kelima jurnalis tersebut berangkat menggunakan speedboat dari kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang, bersama tiga kru kapal, yakni Warta sebagai kapten, Sukarman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto sebagai pemandu.

Pada 14 September 2026, Tim SAR Gabungan memutuskan memperpanjang operasi pencarian selama tiga hari setelah pencarian selama tujuh hari sebelumnya belum membuahkan hasil.

Dalam laporan Tirto pada 15 September 2026, pencarian terhadap delapan orang tersebut masih berlangsung dan polisi masih menunggu hasil pemeriksaan DNA terhadap jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu.

Jenazah tersebut belum dapat dipastikan merupakan salah satu jurnalis atau awak kapal yang hilang karena proses pencocokan DNA dengan sampel keluarga masih berlangsung.

Senada dengan hal tersebut, ANTARA juga melaporkan pada 15 September bahwa hasil pemeriksaan DNA dan identifikasi jenazah tanpa identitas di Enggano belum mengonfirmasi bahwa jenazah tersebut merupakan bagian dari rombongan jurnalis dan kru kapal yang hilang di Selat Sunda.

Pada Rabu, 16 September 2026, atau hari kesembilan pencarian, Basarnas masih melakukan penyisiran terhadap kapal cepat KM Arupadatu I yang membawa rombongan jurnalis tersebut.

ANTARA juga memuat dokumentasi operasi SAR pada 16 September yang menunjukkan personel gabungan masih melakukan pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak.

Dilaporkan oleh Tirto, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menuturkan, pihaknya mengoptimalkan pencarian melalui pembagian sektor dan pengerahan berbagai unsur SAR. Mulai dari Basarnas, TNI, Polri, maupun potensi SAR lainnya.

“Pada hari kesembilan ini, Tim SAR Gabungan kembali melaksanakan pencarian dengan mengerahkan 22 alut air yang dibagi ke dalam delapan sektor laut," kata Amrad dalam keterangan tertulis, Rabu (16/9/2026).

Ia mengatakan pencarian juga didukung dua unit drone thermal Basarnas serta pemantauan di wilayah pesisir Pulau Enggano dan Perairan Bengkulu.

“Kami akan terus menindaklanjuti setiap informasi yang berpotensi berkaitan dengan keberadaan delapan korban," imbuhnya.

Ia menjelaskan, kondisi cuaca diperkirakan cerah berawan dalam pelaksanaan operasi hari kesembilan. Angin bertiup dari arah tenggara berkecepatan 10 hingga 20 knot dan tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 3,5 meter.

"Seluruh unsur diminta melaksanakan pencarian secara maksimal, tetap waspada terhadap kondisi angin dan gelombang, serta mengutamakan keselamatan selama operasi berlangsung,” tambahnya.

Dengan demikian, foto petugas SAR yang digunakan dalam unggahan Threads tidak dapat menjadi bukti bahwa lima jurnalis tersebut telah ditemukan, terlebih informasi resmi terbaru justru menunjukkan operasi pencarian masih berlangsung.

Baca juga:Operasi SAR Jurnalis-Kru Hilang, TNI AL Temukan Pelampung Lagi

Iklan Slot Iklan ArtikelLeaderboard 728 × 90Info Iklan
Iklan Slot Iklan Artikel MobileNative banner 320 × 250Buka
Kesimpulan

CekFakta

Berdasarkan hasil penelusuran, video dengan klaim bahwa jurnalis yang hilang saat meliput Gunung Anak Krakatau telah ditemukan, bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading). Hingga 16 September 2026, lima jurnalis dan tiga orang lainnya masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan di perairan Selat Sunda. Adapun berdasarkan pemeriksaan DNA yang masih berlangsung, jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, juga belum teridentifikasi sebagai bagian dari rombongan tersebut. == Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

Iklan Slot Iklan Artikel Mobile KeduaNative banner 320 × 200Buka

Referensi (8)

  1. 1https://www.threads.com/share/BAQ6LNlrq3/
  2. 2https://archive.today/qy6Kx
  3. 3https://tirto.id/hari-ke-9-pencarian-jurnalis-kru-kapal-diperluas-hingga-bengkulu-hCVA
  4. 4https://tirto.id/profil-5-jurnalis-yang-hilang-di-selat-sunda-bersama-3-kru-kapal-hCLA
  5. 5https://tirto.id/cari-5-jurnalis-dan-awak-kapal-hilang-mayat-di-bengkulu-diuji-dna-hCTJ
  6. 6https://jogja.antaranews.com/berita/854225/hasil-dna-jenazah-di-enggano-belum-teridentifikasi-sebagai-jurnalis
  7. 7https://www.antaranews.com/foto/5743188/tim-sar-lanjutkan-pencarian-jurnalis-dan-awak-kapal-hilang-kontak-di-selat-sunda
  8. 8https://tirto.id/operasi-sar-jurnalis-kru-hilang-tni-al-temukan-pelampung-lagi-hCPZ
Tags:
Keterangan Artikel

Seluruh konten pemeriksaan fakta pada halaman ini disediakan oleh TurnBackHoax/Mafindo. Kami merupakan partner resmi dalam penyebaran informasi terverifikasi.

Logo Tirto.id
Tirto.id

Tirto.id menyajikan berita berbasis fakta dan analisis data, ditulis secara menarik dan senantiasa dilengkapi Infografik. Nama tirto kami pilih sebagai ungkapan rasa hormat kami kepada Tirto Adhi Soerjo (Sang Pemula) sekaligus keinginan kami untuk sejalan dengan filosofi tirta (air) yang jernih, mengalir, mencerahkan.