Iklan Slot Iklan Desktop
Iklan Slot Iklan MobileBanner 320 × 100Lihat
Memuat waktu...| Informasi terverifikasi untuk publik
TerkiniTentang kamiPasang IklanRSS
TERKINI
Cek Fakta: Hoaks Mendes PDT Marah karena Orang Desa Belanja di Toko Kecil Ketimbang Kopdes•[PENIPUAN] Tautan Lowongan Kerja Rohto•[SALAH] Dokumentasi "Pejabat Mossad Tewas saat Serangan Bom di Pusat Kota Tel Aviv"•[SALAH] Anggaran Negara Tidak Ada, Sekolah Negeri Kembali Bebankan SPP•[SALAH] Video “Wapres Gibran Serahkan Surat Pengunduran Diri”

Cek Fakta: Hoaks Mendes PDT Marah karena Orang Desa Belanja di Toko Kecil Ketimbang Kopdes

Postingan Mendes PDT Yandri Susanto marah karena warga desa belanja toko kecil ketimbang Kopdes adalah hoaks.

Iklan Slot Iklan Atas ArtikelLeaderboard 728 × 90Info Iklan
Ilustrasi untuk Cek Fakta: Hoaks Mendes PDT Marah karena Orang Desa Belanja di Toko Kecil Ketimbang Kopdes
Sumber gambar: data artikel Mafindo/TurnBackHoax. Klik gambar untuk melihat ukuran besar.
Sumber klaimTidak dicantumkan
KlasifikasiCekFakta
ID Mafindo#37121

Klaim yang Beredar

Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan Mendes PDT Yandri Susanto marah karena warga desa belanja di toko kecil ketimbang Kopdes. Postingan itu beredar sejak akhir pekan lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook pada 11 Oktober 2026. Dalam unggahannya terdapat foto Mendes Yandri dengan narasi:
"Orang desa itu maunya apa sudah di bilang belanja di koprasi kok masih di toko kecil. Orang desa itu harus nurut."
Akun itu menambahkan narasi:
"Ohhhh tidak bisa!!! Mending beli ke warung kecil bantu usahanya,
buat bertahan hidup daripada di kopdes yang Korupsi"
Lalu benarkah postingan Mendes PDT Yandri Susanto marah karena warga desa belanja toko kecil ketimbang Kopdes?
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan tidak menemukan pernyataan Mendes PDT Yandri Susanto yang marah karena warga desa belanja di toko kecil ketimbang Kopdes.
Penelusuran dilanjutkan dan kami menemukan hoaks dengan foto serupa namun dengan narasi yang berbeda telah beredar sejak beberapa waktu lalu.
Mendes Yandri sendiri telah memberikan bantahannya yang disampaikan dalam website Kemendesa.go.id pada 1 Agustus 2026.
"Saya tidak pernah memberikan pernyataan itu, oleh karenanya masyarakat jangan percaya dengan informasi menyesatkan dan tidak berdasar itu," kata Yandri.
"Konten itu tidak benar, menyesatkan dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Saya tegaskan isinya di luar dari tanggung jawab Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal," katanya menambahkan.
Menyikapi beredarnya berita bohong dan provokatif tersebut, Mendes Yandri telah menempuh jalur hukum untuk diproses oleh Kepolisian RI terhadap penyebaran konten-konten negatif di media sosial dengan muatan yang tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.
"Selalu gunakan prinsip 'Saring sebelum Sharing' dan verifikasi informasi atau kabar melalui saluran resmi Pemerintah," ujarnya.

Iklan
Promo Spesial

Hasil Pemeriksaan Fakta

Iklan Slot Iklan ArtikelLeaderboard 728 × 90Info Iklan
Iklan Slot Iklan Artikel MobileNative banner 320 × 250Buka
Kesimpulan

CekFakta

Postingan Mendes PDT Yandri Susanto marah karena warga desa belanja toko kecil ketimbang Kopdes adalah hoaks.

Iklan Slot Iklan Artikel Mobile KeduaNative banner 320 × 200Buka

Referensi (1)

  1. 1https://kemendesa.go.id/berita/mendes-yandri-minta-masyarakat-waspadai-konten-medsos-yang-menyesatkan-id
Tags:
Keterangan Artikel

Seluruh konten pemeriksaan fakta pada halaman ini disediakan oleh TurnBackHoax/Mafindo. Kami merupakan partner resmi dalam penyebaran informasi terverifikasi.

Logo Liputan 6
Liputan 6✓

Liputan6.com merupakan portal berita yang terdaftar dan sudah diverifikasi di Dewan Pers Indonesia. Informasi terbaru dan akurat yang disajikan Liputan6.com menitikberatkan pada akurasi dan ketajaman berita dengan sumber informasi yang terpercaya. Liputan6.com tidak bekerja untuk kepentingan politik mana pun dan berdiri di atas dan untuk semua golongan, serta non-partisan. Redaksi Liputan6.com harus taat pada kode etik jurnalistik yang ditetapkan Dewan Pers. Jurnalis Liputan6.com tidak boleh terlibat dalam politik praktis, menjadi pengurus atau tim sukses partai politik. Liputan6.com berdiri sejak Agustus 2000. Awalnya hanya menyajikan berita yang sudah tayang di stasiun televisi pada program Liputan6 SCTV (Surya Citra Televisi). Sejak 24 Mei 2012, induk perusahaan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek), yang merupakan perusahaan terbuka dan tercatat di Bursa Efek Indonesia, memutuskan untuk memisahkan Liputan6.com dari SCTV dengan menjadi perusahaan sendiri, PT Kreatif Media Karya (KMK). Perusahaan KMK ini merupakan anak perusahaan Emtek. Sejak itu, Liputan6,com mengubah penayangan berita menjadi sebuah portal news online dengan berita yang jauh lebih beragam dibandingkan dengan ketika didirikan. Jumlah berita Liputan6.com makin bertambah dan beragam dengan kanal-kanal yang disesuaikan untuk kebutuhan pembaca seperti Politik, Olahraga, Bisnis, Tekno, Showbiz, Health,Lifestyle, Otomotif, Regional hingga Citizen6 yang mengakomodir jurnalisme warga.